STUDI TENTANG POTRET SISTEM PENDIDIKAN DI MALAYSIA

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Potret Sistem Pemerintahan Malaysia
Malaysia sejak kemerdekaannya mengamalkan sistem pemerintahan kerajaan dengan model pemerintahan kerajaan konstitusional atau Malaysia dikenal dengan istilah raja yang berperlembagaan. Kedudukan raja sebagaimana termaktub dalam konstitusi Malaysia merupakan kepala negara yang tidak melaksanakan pemerintahan. Hak-hak sebagaimana yang tertuang dalam konstitusi tersebut dilaksanakan dengan usulan perdana menteri yang berkuasa, selaku kepala pemerintahan. Secara umum raja Malaysia hanyalah lambing yang tidak memiliki kekuatan politik nyata dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintahan di Malaysia. Tetapi didalam menjalankan sistem pemerintahan, kerajaan Malaysia memiliki alat perlengkapan diantaranya sebagai berikut:
1.     Badan Perundangan
Didalam perlengkapan ini ada tiga tahapan yaitu: yang di-Pertuan Agong, Dewan Negara (senat), Dewan Rakyat (House Of Representative). Ketiga komponen tersebut memiliki kewenangan dalam dalam membuat Undang-undang di Kerajaan Malaysia proses pembuatannya diawali dari usulan/rancangan undang-undang yang berasal dari eksekutif (kabinet) usulan kemudian dibahas oleh dewan rakyat kemudian diserahkan kepada dewan negara (senat) untuk dibahas selanjutnya. Rancangan yang telah disetujui oleh senat kemudian diserahkan kepada Yang di-Pertuan Agong untuk mendapatkan pengesahan.
2.     Dewan rakyat
Setiap anggota Dewan Rakyat memiliki masa kerja selama empat tahun, tetapi perdana menteri dapat mengusulkan kepada raja agar pemilihan umum segera diadakan. Sebagai negara yang menganut bentuk federalism, pembentukan partai di Malaysia lebih muda dan partai local di setiap negara bagian dapat berdiri. Kemudian partai tersebut akan membangun koalisi dengan partai yang ada pada tingkat nasional
3.     Badan Pemerintahan (eksekutif)
Komponen dari badan pemerintahan atau eksekutif Kerajaan Malaysia adalah Yang di-Pertuan Agong sebagai kepala negara, memiliki kekuasaan eksekutif, kekuasaan tersebut kemudian dijalankan oleh kabinet. Sesuai dengan Konstitusi Federal, Yang di-Pertuan Agong dapat mengambil keputusan tanpa pertimbangan kabinet atau berdasarkan kebijakannya sendiri dalam tiga perkara, yaitu: melantik perdana menteri, tidak menyetujui permintaan untuk membubarkan parlemen dari perdana menteri, dan meminta supaya diadakan musyawarah raja-raja untuk membahas tentang kedudukan keistimewaan raja-raja atau hal-hal lain yang menyangkut agama Islam dan adat istiadat.
4.     Badan Kehakiman
Badan kuasa kehakiman tertinggi di Malaysia terletak pada Mahkamah Agung. Malaysia juga memiliki dua mahkamah tinggi persekutuan yaitu Mahkamah tinggi di Malaya, dan Mahkamah tinggi di Borneo.[1]

B.    Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara Malaysia
Jumlah penduduk Malaysia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 32,365,999 jiwa. Penduduk Malaysia setara dengan 0,42% dari total populasi dunia. Malaysia berada di peringkat nomor 45 dalam daftar Negara dan ketergantungan berdasarkan populasi. Kepadatan populasi di Malaysia adalah 99 per km2 (255 orang per MI2). Total luas tanah adalah 328.550 km2 (126.854 mil persegi). 78,4% dari populasi adalah perkotaan (25.361.963 orang pada tahun 2020). Usia rata-rata di Malaysia adalah 30,3 tahun.[2]
Dilihat dari persebaran etnisnya, penduduk Malaysia terdiri atas beberapa suku bangsa, yaitu Suku Melayu sebanyak 60%, Suku Cina 30%, Suku India 8%, dan 2% terdiri atas Suku Arab dan Indonesia. Daerah yang paling padat penduduknya di Malaysia terdapat di kawasan tambang timah dan daerah perkebunan karet. Daerah tersebut memanjang dari perlis sampai ke Johor. Kuala Lumpur sebagai ibukota negara berperan sebagai kota perdagangan dan jasa. Dalam pergaulan segari-hari, penduduk Malaysia menggunakan bahasa Melayu. Selain itu, bahasa Inggris digunakan pula secara meluas, terutama dalam kegiatan pemerintahan dan perdagangan. Kegiatan pertanian telah mampu menyumbang pendapatan negara tersebut sekitar 40%. Luas lahan pertanian Malaysia mencapai 13% luas negara tersebut.
Daerah utama kegiatan industri di Malaysia, yaitu Petaling Jaya di Selangor, Mak Mandin di seberang Pulau pinang, dan Larkin Tampoi di Johor. Sector industri telah mampu menyumbang GNP (Gross National Product) Malaysia sebesar 12%  dan memperkerjakan 9% dari jumlah tenaga kerja yang tersedia. Sektor pertambangan merupakan sector perekonomian terpenting kedua setelah pertanian. Sector pertambangan di Malaysia telah mampu menyumbang 20% dari seluruh pendapatan nasionalnya. Malaysia merupakan negara penghasil timah terbesar di dunia. Hampir 40% timah dunia berasal dari negara ini. Selain itu, tambang minyak bumi di Malaysia sebagian besar terbesar di daerah lepas pantai. Daerah tersebut, yaitu pantai Pahang, Trengganu, dan Pantai Sabah.[3]

  1. Filsafat pendidikan yang dijadikan pengembangan pendidikan di Malaysia
Sistem pendidikan di Malaysia merupakan “warisan” sistem pendidikan Inggris. Malaysia merupakan bekas jajahan negara Ratu Elizabet yang setelah merdeka pada tahun 1957 menjadi anggota negara persemakmuran. Pendidikan Malaysia, sebagaimana di negara kita juga berupa sekolah negeri (sekolah yang menjadi tanggungan kerajaan) dan sekolah swasta (sekolah persendirian dalam bahasa Malaysia). Pendidikan di Malaysia dikelola oleh pejabat kementerian. Pendidikan Malaysia terdiri dari beberapa tingkat yaitu : Prasekolah, Pendidikan rendah, Pendidikan menengah dan Pendidikan tinggi.
Pemerintah Kerajaan Malaysia mewajibkan belajar untuk warganya selama 11 tahun yaitu untuk pendidikan rendah selama enam tahun dan pendidikan menengah selama lima tahun. Ada dua menteri yang mengurusi pendidikan di Malaysia. Sekolah rendah dan sekolah menengah diurus oleh kementerian pelajaran Malaysia, sedangkan pengajian tinggi diurus oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia yang didirikan pada tahun 2004. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2003, Malaysia menerapkan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam mata pelajaran yang berkenaan dengan Sains.[4]
Pendidikan merupakan tanggungjawab pemerintah federal. Sistem pendidikan nasional meliputi pendidikan prasekolah hingga perguruan tinggi. Pada tahun 2004 pendidikan prasekolah, dasar dan menengah berada dibawah yurisdiksi Kementrian Pendidikan (the Ministry of Education). Sedangkan pendidikan tinggi merupakan tanggungjawab Kementerian Pendidikan Tinggi (the Ministry of Higher Education). Semua bentuk penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada visi dan misi. Adapaun visi dan misi utama pemerintahan Malaysia adalah menjadikan negerinya sebagai pusat pendidikan berkualitas dan siap bersaing dangan lembaga pendidikan tinggi di negara lain seperti Singapura dan Australia[5]

  1. Kebijakan Strategi di Bidang Pendidikan
Pada tahun 1974, Malaysia membentuk jawatan kuasa kabinet yang bertugas mengkaji semua pelaksanaan pendidikan. Pada dekade 1990-an, Malaysia mengadakan perubahan kebijakan pendidikan secara berarti, diantaranya sebagai berikut:
1.   Memperkenalkan pendidikan pra sekolah dalam sekolah rendah
2.   Mengutamakan pendidikan tekhnologi dengan tujuan melahirkan pelajar yang mahir dalam bidang seni perusahaan, perdagangan dan ekonomi.
Tahun 1995, Malaysia masih dibawah kekuasaan Inggris,  telah menetapkan bahasa Melayu, bahasa Tamil, bahasa Cina dan bahasa Inggris sebagai bahasa wajib bagi semua murid di sekolah-sekolah. Setelah kemerdekaan kebijakan tersebut diubah. Bahasa melayu dan bahasa inggris ditetapkan sebagai bahasa wajib yang diberikan sampai dengan kelas 6 sekolah dasar. Sedangkan tamil dan bahasa cina, diberikan di tingkat sekolah menengah.
Di Malaysia terdapat beberapa perguruan tinggi, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti malaya, Universiti Tekhnologi Malaysia (UTM), Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), dan Universitas Islam International Malaysia (IIUM). Tiap universitas/institut memiliki fakultas dan sejumlah jurusan, baik berupa program diploma maupun sarjana.
Adapun tujuan pendidikan di malaysia adalah untuk melahirkan individu manusia atau rakyat Malaysia yang terdidik dalam berbagai segi agar mereka matang berfikir, berkemahiran untuk memikul tanggungjawab dan mempunyai komitmen untuk mendukung aspirasi negara agar hasrat pembangunan masyarakat pada segi fisik, material dan spritual dapat dicapai sepenuhnya.[6]

  1. Kebijakan Negara Malaysia Terhadap Pendidikan Agama Islam
Pada tahun 1975, kementrian pendidikan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memperbaiki pelaksanaan pelatihan guru-guru agama islam. Pada ahun berikutnya guru mengambil alih atas sepuluh sekolah islam terbaik dinegara itu guna memperbaiki magement sekolah tersebut serta meningkatkan kinerja gurudan pegawainya untuk dijadiakan sebagai sekolah model. Pada tahun 1979, pemerintah mendeklarasikan pendirian Pusat Penelitian Islam Asia Tenggara. Pada tahun yang sama, pengetahuan agama islam  ditetapkan sebagai materi ujian ditingkat Sijil Pelajaran Malaysia (SPM). Setahun berikutnya pemerintah mendirikan yang pertama kali Maktab Perguruan Islam (islamic teacher’s college).
Adapun kebijakan lainya terhadap pendidikan islam di Malaysia antara lain:
1.     Sejak merdeka pada tahun 1957, ilmu pengetahuan agama islam telah dijadikan sebagai kurikulum pendidikan nasional Malaysia.
2.     Pada tahun 1975, berbagai langkah penting untuk memperkuat pendidikan islam ditempuh oleh Departemen Pendidikan.
3.     Pada tahun 1982, Perdana Mentri Mahathir Muhammad mengambil keputusan untuk menjalankan kebijakan penanaman nilai-nilai islam dipemerintah.
4.     Tahun 1983, Departemen pendidikan menyatakan bahwa nilai-nilai moral akan diajarkan kepada pelajar nonmuslim, sementara ilmu pengetahuan agama akan diajarkan kepada para pelajar muslim.[7]

  1. Pengembangan Kurikulum dan Pengembangan Tenaga Kependidikan di Malaysia
Kurikulum di Malaysia mengalami perubahan yang bukan hanya berkaitan dengan sistem politik, tetapi dilihat juga dari ideologi, pedagogi, keperluan masyarakat dan perkembangan teknologi. Ideologi berkaitan dengan menteri, ketua pengarah dan pemimpin politik, sementara pendagogi berkaitan dengan sistem pembelajaran dikelas. Perubahan itu juga didasari oleh keperlaun masa ke masa yang dialami oleh manusia yang tujuanya berorientasi kepada masa depan. Setiap perubahandari kurikulum di malaysia, maka tolak ukur dari kurikulum yang menjadi refernsinya adalah negara barat. Sementara etnis yang beragam di Malaysia, maka kurikulum disekolah ikut juga mengalami perbedaan yang tidak sama sekali hilang sejak malaysia dijajah oleh kaum penjajah sampai mengalami kemerdekaan.[8]
Tenaga kependidikan di malaysia pada dasarnya  peranan guru sama disemua negara yaitu sebagai pengajar, fasilitator, pemimpin, dan motivator bagi siswa. Guru amat berperan dalam perkembangan siswa. Siswa dapat berkembang baik apabila diajar oleh guru yang memiliki kualitas yang baik. Dimalaysia guru dibekali dengan keterampilan yang baik untuk mengatur keadaan emosi siswa. [9]

  1. Sistem Penjenjangan Pendidikan Yang Dikembangkan di Malaysia
            1. Dilihat Berdasarkan Dari Masa Ke Masa
 Sistem penjenjangan pendidikan yang berkembang di Malaysia ini ada beberapa masa mulai dari masa sebelum penjajahan, masa penjajahan, sampai dengan Pada Masa Kemerdekaan-Tahun 2007. Dari beberapa perkembangan tersebut jenjang pendidikan di Malaysia berubah-ubah, oleh karenanya, sistem jenjang pendidikan di Malaysia bergantung pada era masanya.
Pendidikan di Negara Malaysia Sebelum Masa Penjajahan Malaysia adalah negeri multi-etnis dan multi ras. Terdiri dari ras Melayu sebagai ras utama, ras China, dan India. Mengingat ras Melayu sebagai ras utama, maka bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa nasional. Meski demikian bahasa mandarin dan bahasa tamil juga dipergunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari. Sebelum penjajahan pendidikan di Malaysia berdasarkan sistem pondok yang diadakan di madrasah dan di sekolah-sekolah agama. Contohnya di Pondok Langgar, Pondok Sena di Kedah, Pondok Bukit Mertajam, Madrasah Al Masyhur. Sekolah agama atau madrasah lebih sistematik dari pada sekolah pondok dari segi kurikulumnya, waktu belajarnya relatif tetap dan peralatannya lebih lengkap. Sekolah-sekolah tersebt dimaksudkan  agar melahirkan pelajar yang bermoral tinggi.[10]
Pendidikan Malaysia pada Masa Penjajahan Negara Malaysia  menjadi daerah jajahan bangsa-bangsa Eropa dimulai dari datangnya bangsa Portugis tahun 1511, disusul bangsa Belanda dan terakhir Inggris. Bangsa-bangsa Eropa tersebut tidak hanya menjajah perekonomiannya tetapi juga politik dan budaya. Hal tersebut kemudian berpengaruh terhadap pola pendidikan yang ada di negara Malaysia. Pada tahun 1815 sekolah vernakular Cina didirikan oleh kumpulan pendakwah baru Persatuan Pendakwah London. Terdapat pula sekolah cina Sekolah vernakular ( sekolah dasar ) merujuk kepada sekolah yang menggunakan bahasa ibunda dalam pelaksanaan penyelidikan dan pembangunn di sekolah. Terdapat tiga jenis vernakular yaitu : Melayu, Cina dan Tamil. Sekolah Vernakular Melayu yang pertama kali didirikan adalah tahun 1855 yaitu di Bayan lepas, Pulau Pinang. Sekolah Melayu Gelugor, Pulau Pinang menggunakan bahasa melayu  sebagai bahasa pengantar.yang dibuka oleh perseorangan. Sekolah Cina menggunakan bahasa Cina atau Mandarin sebagai pengantar. Guru-guru dan buku teks sekolah vernakular Cina ini diimpor dari negara Cina. Contoh sekolah vernakular Cina antara lain : SJK (C) Huan Lian tanjung Perak, SJK (C) Chung Hwa Kelantan. Kelas Bahasa Cina diadakan di semua “Free School”. Namun perkembangannya sekolah-sekolah ini gagal dan akhirnya dihentikan atau ditutup.
Sedangkan sekolah vernikular tamil diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Tamil sebagai bahasa pengantar. Guru, kurikulum dan buku teks diimpor dari India. Contohnya SJK (T) Manikavasagam Tanjung malim dan Perak.
Pada tahun 1854, Pemerintah Hindia timur mengeluarkan arahan kepada Gubernur negeri-negeri Selat untuk memberikan laporan tentang status dan keadaan pendidikan di negerinya masing-masing agar tindakan selanjutnya dapat diambil.
Pada tahun 1872 mulai diperkenalkan persekolahan dengan dua sesi.  Pembukaan sekolah dua sesi dilakukan oleh seorang nazir pendidikan AM. Skinner. Persekolahan dua sesi yaitu : sekolah pagi dan sekolah petang. Sekolah pagi dengan mata pelajaran bahasa melayu, Matematika, Ilmu alam ditambah materi pelajaran vokasional. Sedangkan sekolah petang dengan mata pelajaran bahasa Arab dan Al Qur,an.  Permasalahan  yang sangat penting saat itu adalah kekurangan guru. Akibat kekurangan guru tersebut telah menjadi faktor tidak adanya sekolah menengah Melayu pada waktu itu. Hal inilah yang kemudian telah mendorong didirikannya Maktab Perguruan Sultan Idris ( MPSI ) di Tanjung Malim pada tahun 1922 dan Maktab Perguruan Perempuan Melayu ( MPPM ) di Malaka pada tahun 1935.
Pada Zaman pemerintahan Inggris di tanah Melayu, Sekolah Inggris mulai diperkenalkan. Contohnya King Edward VII di Perak, Clifford School di Pahang. Meskipun sekolah-sekolah pondok masih siteruskan diklangan penduduk Melayu. Sekolah vokasional Melayu juga telah diadakan untuk melatih kumpulan buruh.Meskipun ada aneka macam jenis sekolah dengan kekhususan masing-masing, sekolah-sekolah Inggris yang dikendalikan oleh misionaris Kristian adalah terbuka bagi semua anak-anak tanpa membedakan ras dan agama.  Pada Zaman penjajahan Inggris, guru-guru diberikan pelatihan kerja profesional dan dikirim ke Raffles College yang berlokasi di negara Inggris. Mulai tahun1920-an, dua buah lembaga untuk tempat pelatihan para guru didirikan.
Pendidikan malaysia dizaman penjajahan memiliki ciri-ciri tertentu yang berbeda dengan sebelumnya. Pendidikan Zaman Penjajahan Inggris bercirikan :
·       Setiap jenis sekolah khusus mengikuti kaum
·       Kurikulum sekolah satu dengan sekolah lainnya berbeda
·       Lokasi sekolah bagi setiap kaum terpisah
·       Bahasa pengantar berlainan satu dengan lainnya, contohnya sekolah Cina bahasa pengantar bahasa Mandarin, sekolah Tamil berbahasa tamil.
Pendidikan Malaysia Pada Masa Kemerdekaan-Tahun 2007 Setelah mengalami kemerdekaan, Malaysia membangun pendidikannya. Dengan berbasis sistem pendidikan di Inggris, Malaysia menerapkan pendidikan dasar selama enam tahun, disusul pendidikan menengah selama lima tahun ( tiga tahun menengah rendah atau pertama dan dua tahun menengah atas ). Semuanya itu dapat diakses anak-anak Malaysia sengan gratis. Para siswa wajib mengikuti ujian negara di setiap akhir jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah rendah dan pendidikan menengah tinggi.
Pendidikan rendah atau dasar ( Primary Education ) di malaysia berlangsung 6 tahun yang wajib diikuti oleh anak usia 7-12 tahun. Wajib belajar di Malaysia dicanangkan dan dilaksanakan mulai tahun persekolahan 2003. Pendidikan wajib adalah satu peraturan yang mewajibkan setiap orang tua yang mempunyai anak berumur 6 tahun mendaftarkannya di sekolah rendah. Pendaftaran siswa baru biasanya dilakukan 1 tahun sebelum masa persekolahan. Keteledoran orang tua memasukkan anaknya mengikuti wajib belajar dianggap sebagai kesalahan menurut undang-undang. Jika hal ini terbukti dipengadilan, maka orang tua tersebut akan didenda maksima RM 5000 atau dihukum maksimal 6 tahun.
Mengenai biaya pendidikan dasar orang tua siswa hanya diminta membayar iuran sekolah pada awal tahun pelajaran baru. Besarnya iuran yang dipungut oleh pihak sekolah berkisar antara RM 50 sampai RM 75  (Rp.125.000 – 187.500) per tahun tiap siswa. Iuran tersebut dirinci untuk pembayaran asuransi, biaya ujian tengah semester, ujian semesteran, iuran khusus, biaya LKS, prakter komputer, kartu ujian, file data siswa. Khusus untuk sumbangan PIBG ( Persatuan Ibu Bapak dan Guru ) hanya dipungut satu bayaran untuk satu keluarga. Keluarga yang menyekolahkan lebih dari satu anak, hanya dikenakan iuran yang sama yaitu RM 25 per keluarga. Dan untuk siswa kelas VI ditambah biaya UPSR  sebesar RM 70.  Selain itu tidak ada pungutan lain, termasuk pula tidak ada pungutan sumbangan dana pembangunan. Pembangunan dan renovasi gedung sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah.
Buku pelajaran yang dipakai siswa relatif tidak berganti setiap tahun. Bila orang tua siswa membeli semua buku pelajaran, harganya berkisar antara RM 80 samai RM 125 per siswa per tahun. Buku yang telah dibeli untuk anak sulung akan dapat dipakai terus oleh adiknya secara turun-temurun. Khusus keluarga dengan pendapatan kurang dari RM 2000 per bulan, dapat mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk peminjaman buku teks yang disediakan dari sekolah. Mulai tahun ajaran 2008, semua siswa sekolah rendah mendapat bantuan peminjaman buku pelajaran dari bantuan pemerintah melalui sekolah masing-masing.
Sekolah menengah di Malaysia (SMP) merupakan sekolah kelanjutan setelah anak menempuh sekolah dasar 6 tahun. Sekolah menengah ini berlangsung selama 5 tahun. Pada akhir kelas 3, para siswa mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan dari sekolah menengah rendah, yang disebut penilaian Menengah Rendah ( PMR ) atau dahulu dikenal dengan istilah Sijil Pelajaran rendah ( SPR ) dalam bahasa Inggris disebut Lower Certificate Education ( LCE ) atau Lower Secondary Education. Ujian tersebut wajib diikuti oleh semua siswa kelas 3. Setelah itu , siswa akan diarahkan untuk masuk kelas berikutnya  dengan pilihan jurusan IPA ( science ) atau seni (arts) . Siswa dapat memilih sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Umumnya jurusan IPA lebih dipilih oleh siswa. Meskipun perjalanannya, siswa masih diberikan kesempatan untuk beralih dari jurusan IPA ke jurusan Seni.
Aktivitas ko-kurikuler bersifat wajib disekolah Menengah, dimana semua siswa harus mengambil bagian sedikitnya 2 aktivitas. Ada banyak aktivitas ko-kurikular yang ditawarkan di sekolah menengah. Aktivitas ko-kurikular sering digolongkan menjadi beberapa sebutan, antara lain sebagai berikut : Kelompok Umum ( Uniformed Groups ), penampil Seni ( Performing Arts ), Klub dan Kemasyarakatan ( Clubs & Societies ), Olah Raga dan Permainan ( Sports & games ). Siswa boleh juga mengikuti kegiatan lebih dari 2 aktivitas ko-kurikular. Pada akhir kelas 5 siswa diwajibkan untuk mengambil ujian akhir yang disebut Sijil Pelajaran Malaysia-SPM ( Malaysian Certificate of Education ).
Pada bulan Maret tahun 2006, Menteri Pendidikan mengumumkan sedang mempertimbangkan perbaikan ulang sistem SPM, karena dirasa masih kurang sempurna. Sebagian guru juga mengakuinya. Komentar dari salah satu profesor dari Universitas Malaya yang menyayangkan mahasiswanya yang tidak bisa menulis makalah, debat, atau memahami catatan kaki dalam setiap tulisan. Ia juga mengeluhkan mahasiswanya yang tidak dapat memahami apa yang ia katakan. Padahal zaman dulu banyak jago sekolah yang pandai debat, lihai bermain drama, olahraga dan lainnya.

  2. Sistem Pendidikan Dilihat Berdasarkan Dari Kementerian Pelajaran Malaysia
Sistem pendidikan di Malaysia diselenggarakan oleh Kementerian Pelajaran Malaysia. Pendidikan Malaysia bisa didapatkan dari sekolah tanggungan kerajaan, sekolah swasta atau secara sendiri. Sistem pendidikan dipusatkan terutamanya bagi sekolah rendah dan sekolah menengah. Kerajaan negeri tidak berkuasa dalam kurikulum dan aspek lain pendidikan sekolah rendah dan sekolah menengah, sebaliknya ditentukan oleh kementerian. Hanya pendidikan di sekolah rendah diwajibkan dalam undang-undang. Oleh itu, pengabaian keperluan pendidikan setelah sekolah rendah tidak melanggar undang-undang. Sekolah rendah dan sekolah menengah dikelola oleh Kementerian Pelajaran Malaysia tetapi dasar yang berkenaan dengan perguruan tinggi dikelola oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia sejak pada tahun 2004. Sejak tahun 2003, kerajaan memperkenalkan penggunaan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantar dalam mata pelajaran yang berkenaan dengan Sains. dan matematik. Pendidikan Malaysia terdiri daripada beberapa peringkat[11]:
a.     Pendidikan prasekolah
Sekolah tadika (prasekolah) menerima siswa umur 4-6 tahun. Sekolah tadika bukan merupakan pengajian wajib dalam Pendidikan Malaysia. Namun begitu perkembangan tadika oleh pihak swasta sangat digalakan. Sebagian besar Sekolah Kebangsaan mempunyai kelas prasekolah. Namun kebanyakan ke kelas ini dibuka kepada anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah.
b.     Pendidikan rendah
Pendidikan rendah bermula dari tahun 1 hingga tahun 6, dan menerima siswa berumur 7 tahun sehingga 12 tahun. Bahasa Melayu dan bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib dalam Sistem Pendidikan Malaysia. Sekolah rendah awam di Malaysia terbagi kepada dua jenis, yaitu Sekolah Kebangsaan dan Sekolah Jenis Kebangsaan. Kurikulum di kedua-dua jenis sekolah rendah adalah sama. Perbedaan antara dua jenis sekolah ini ialah bahasa pengantar yang digunakan. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar di Sekolah Kebangsaan. Bahasa Tamil atau bahasa Mandarin digunakan sebagai bahasa pengantar di Sekolah Jenis Kebangsaan.Pada akhir tahun persekolahan sekolah rendah, ujian awam diadakan bagi menilai prestasi murid-murid. Ujian awam pada peringkat sekolah rendah dinamakan Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR). Pelajar yang telah menduduki UPSR, dibenarkan melanjutkan pelajaran ke peringkat menengah.
c.     Pendidikan menengah
Sekolah menengah di Malaysia merupakan sekolah kelanjutan setelah anak menempuh sekolah dasar selama 6 tahun. Sekolah menengah ini berlangsung selama 5 tahun. Seperti di sekolah rendah, setiap tingkatan ditempuh selama satu tahun. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar bagi semua mata pelajaran selain Sains dan Matematika. Pada akhir kelas 3, para siswa harus mengikuti ujian untuk menentukan kelulusan di sekolah menengah rendah, yang disebut Penilaian Menengah Rendah (PMR) atau dahulu dikenal dengan istilah Sijil Pelajaran Rendah (SPR), dalam bahasa Inggris disebut Lower Certificate Education (LCE) atau Lower Secondary Evaluation. Ujian tersebut wajib diikuti oleh semua siswa kelas 3. Setelah itu, siswa akan diarahkan untuk masuk kelas berikutnya dengan pilihan jurusan IPA (science) atau seni (Arts). Siswa dapat memilih sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Umumnya jurusan IPA lebih dipilih oleh siswa. Meskipun dalam perjalanannya, siswa masih diberikan kesempatan untuk beralih jurusan IPA ke jurusan seni, namun tidak untuk sebaliknya. Pelajar-pelajar yang tidak dapat menentukan keputusan yang memuaskan boleh memilih untuk menjalani pengkhususan vokasional di sekolah teknik.
d.     Pendidikan pra-universiti
Selepas SPM, para pelajar dapat membuat pilihan sama ada belajar dalam Tingkatan 6 matrikulasi, pengajian diploma di pelbagai institut pendidikan seperti Politeknik. Jika mereka melanjutkan pelajaran dalam Tingkatan Enam, mereka akan menduduki peperiksaan Sijil Tinggi Persekolahan Malaysia (STPM). Tingkatan 6 yang terdiri daripada Tingkatan 6 Rendah dan Tingkatan 6 Atas mengambil masa selama dua tahun. STPM dianggap lebih susah daripada A-level kerana merangkumi skop yang lebih mendalam dan luas. Walaupun STPM biasanya diduduki bagi mereka yang ingin belajar di universiti awam di Malaysia, STPM turut diakui di peringkat antarabangsa.
e.     Pengajian tinggi
Banyak subsidi diberi oleh kerajaan untuk menanggung pendidikan di universiti-universiti awam. Pemohon memerlukan kelayakan STPM, matrikulasi atau diploma yang diiktiraf, serta kelulusan-kelulusan lain yang setara yang diiktiraf Kerajaan. Keputusan yang baik dalam peperiksaan tidak menjamin kemasukan universiti awam. Ini adalah kerana tempat pengajian bagi sesetengah program adalah terhad. Contohnya, tempat untuk bidang perubatan adalah terhad dan adalah mustahil untuk universiti awam menerima semua pelajar-pelajar yang mendapat semua A dalam STPM. Justeru, adalah penting bagi pelajar untuk mendapatkan maklumat dari pihak sekolah ketika mengisi borang permohonan. Para pelajar juga dapat membuat pilihan untuk pergi ke institusi swasta bagi pendidikan peringkat tinggi. Banyak institusi memberi kursus dengan bekerjasama dengan institut atau universiti di luar negeri. Selain itu, terdapat juga Institut Pendidikan Guru Malaysia yang menawarkan program ijazah sarjana muda perguruan dan politeknik yang menawarkan kursus diploma dan sijil bagi yang berminat.

  1. Perbedaan Antara Lembaga Pendidikan Milik Swasta dan Negri di Malaysia.
1.     Lembaga Swasta
Kemajuan pendidikan di Malaysia pun memiliki 2 lembaga pendidikan seperti di Negara-negara lainnya yaitu lembaga pendidikan negri dan swasta. Kedua lembaga tersebut sama-sama memiliki kesamaan, akan tetapi juga memiliki perbedaan. Sekolah swasta merupakan sekolah  pertama yang diakui kementrian pendidikan Malaysia untuk menjalankan kurikulum nasional yang ditetapkan awal tahun 1980.
Saat ini sekolah swasta mengalami perkembangan yang pesat dan menawarkan beragam pilihan. Ada sekolah Dasar dan Menengah Swasta yang menggunakan kurikulum nasional adapula yang menggunakan kurikulum internasional, seperti kurikulum Amerika dan Inggris. Juga ada sekolah Cina mandiri khususnya sekolah menengah, menggunakan kurikulum sesuai dengan yang digariskan Kementrian Pendidikan. Sebagian sekolah di malaysia ada yang memerapkan sistem berasrama ( Residential Schools).
Sekolah-sekolah ini menerima siswa dengan terlebih dahulu melalui seleksi ketat. Calon siswa diminta menunjukkan prestasi akademik dan potensi mereka sejak mereka belajar di sekolah rendah kelas 1 sampai 6. Para sisiwa di sekolah ini dididik selama 24 jam di dalam asrama. Beberapa sekolah tersebut adalah Malacca High School, Royal Military College, dan Penang Free School. Residential School atau sekolah berasrama penuh juga dikenal sebagai sekolah-sekolah Sains ( Science School). Sekolah-sekolah ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan calon-calon elit malaysia, tetapi kemudian diperluas sebagai sekolah untuk menjaga malaysia dengan cara menerima siswa dengan kemampuan akademik dan bakat-bakat olahraga serta kepemimpinan yang menonjol. Sekolah tersebut dijadikan sebagai model setelah sekolah asrama Inggris ( British Boarding School).
Sedangkan untuk pendidikan tinggi, umumnya dikelola oleh pemerintah dan swasta. Pendidikan tinggi menawarkan berbagai macam program sertifikat, diploma, sarjana, dan pascasarjana. Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh pemerintah, seperti universitas, perguruan tinggi negeri, politeknik, dan lembagapelatihan guru. Sedangkan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta diselenggarakan oleh swasta, dan cabang universitas luar negeri. Kini jumlah perguruan tinggi swasta di Malaysia lebih dari 400 buah.
Beberapa nama universitas di Malaysia anatara lain: Univeriti Tun Hussein, Universiti Utara Malaysia, Universiti Malaysia Kelantan, Universiti Pertahanan Nasional Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Teknikal Malaysia Malaya, dsb.

2.     Lembaga Negri Malaysia
Sekolah  negri di Malaysia tidak kalah dengan sekolah swasta saja. Sekolah negri merupakan lembaga yang dikelola oleh pemerintah. Lembaga pendidikan yang dikelola oleh Pemerintah atau sering disebut dengan sebutan negri ini juga memiliki beberapa sekolah dan juga memiliki visi dan misi yang mengedapankan kecerdasan anak bagsa Malaysia. Sekolah negri ini juga diminati oleh beberapa kalangan masyarakat baik dilihat dari segi biaya nya yang ringan,serta kualitasnya yang sangat bagus baik dari segi prestasi akademik maupun  non akademik.
Perbedaan lembaga negri dan swasta terletak pada pengelolaannya. Kalau negri di kelola oleh pemerintah sedangkan swasta dikelola oleh pihak swasta (masyarakat). Dan jumlah pendidikan negri diambil dari universitasnya itu ada 20 universitas negeri dan 37 sekolah tinggi negeri. Sedangkan swasta terdapat sekitar 33 universitas swasta, 4 kampus cabang universitas asing dan sekitar 500 sekolah tinggi swasta.[12] 




















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Malaysia sejak kemerdekaannya mengamalkan sistem pemerintahan kerajaan dengan model pemerintahan kerajaan konstitusional atau Malaysia dikenal dengan istilah raja yang berperlembagaan. Didalam menjalankan sistem pemerintahan, kerajaan Malaysia memiliki alat perlengkapan yaitu: Badan Perundangan, Dewan Rakyat, Badan Pemerintahan, dan Badan Kehakiman. Jumlah penduduk Malaysia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 32,365,999 jiwa. Di Malaysia mewajibkan belajar untuk warganya selama 11 tahun yaitu untuk pendidikan rendah selama enam tahun dan pendidikan menengah selama lima tahun. Di dalam melaksanakan pendidikan Malaysia mempunyai dua kebijakan, yaitu:1) Memperkenalkan pendidikan pra sekolah dalam sekolah rendah, 2) Mengutamakan pendidikan tekhnologi dengan tujuan melahirkan pelajar yang mahir dalam bidang seni perusahaan, perdagangan dan ekonomi.
B.             Saran
Dengan memerhatikan kedudukan mahasiswa, yakni sebagai bagian dari sivitas akademika, mahasiswa akan senantiasa berbicara dengan semua kalangan. Oleh karena itu, disarankan mahasiswa harus rajin mengasah bakat bernicara didepan umum. Rajin membaca adalah sebagai modal dasar bagi seorang yang sedikit kosa kata bahasa Indonesia baku. Di samping itu, modal lain yang dibutuhkan adalah adanya kemauan (willingness), motivasi (motivation), dan kemampuan (ability) berbicara.





DAFTAR PUSTAKA
Assegaf, Abdurrahman. 2003. Internasionalisasi Pendidikan, Yogyakarta: Gema Media.

Aslindah, Andi. 2015.  pendidikan islam di malaysia: jenis, jenjang, kebijakan, dan tujuan pendidikan. lentera pendidikan. Sulawesi selatan : vol. 18 no.

Aslan. 2019. sejarah perjalanan kurikulum pendidikan islam di malaysia. ta’limuna, vol.8 no.1.

Azhari. 2011. Politik dan Birokrasi di Negara Bagian Sabah Malaysia (Studi Kasus Intervensi Pejabat politik Terhadap Pejabat Birokrasi). Jurnal Hukum dan Pembangunan. No. 4.

https://datakata.wordpress.com/2015/10/17/perbandingan-pendidikan-indonesia-dan-malaysia/ , 17 Saturday Oct 2015, di kutip pada pukul 21:28 WIB.

http://krisdaning217.blogspot.com/2012/04/perbandingan-pendidikan-di-indonesia.html dikutip pada tanggal 27 maret 2020, pada pukul 06:53 WIB.



Maunah, Binti. 2011. Perbandingan Pendidikan Islam cetakan.1. Yogyakarta: Teras.

Supriatna, nana, Mamat Ruhimat, dkk. 2006.  Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi). Bandung: PT Grafindo Media Pratama.

Worldometer.com, di akses pada tanggal 26 Maret 2020, Pukul 20: 32 WIB.

Zaitun. 2011. Jurnal Ilmiah Keislaman pendidikan islam di Malaysia. Riau: UIN Suska Riau Vol. 10, No.1.





[1] Azhari, Politik dan Birokrasi di Negara Bagian Sabah Malaysia (Studi Kasus Intervensi Pejabat politik Terhadap Pejabat Birokrasi). Jurnal Hukum dan Pembangunan. No. 4, Tahun 2011, hlm. 595-597.
[2] Worldometer.com, di akses pada tanggal 26 Maret 2020, Pukul 20: 32 WIB.
[3] Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi). (Bandung: PT Grafindo Media Pratama, 2006), hlm. 179.
[4] Zaitun, Jurnal Ilmiah Keislaman pendidikan islam di malaysia , (Riau: UIN Suska Riau, 2011), Vol. 10, No.1, hlm. 130-135.
[5] Binti Maunah,  Perbandingan Pendidikan Islam cetakan.1 (Yogyakarta: Teras,2011)hlm.182
[6] Abdurrahman Assegaf, Internasionalisasi Pendidikan, (Yogyakarta: Gema Media, 2003), hlm 116-117
[7] Andi Aslindah, pendidikan islam di malaysia: jenis, jenjang, kebijakan, dan tujuan pendidikan, (lentera pendidikan,  vol. 18 no. 1 juni 2015) hlm. 22-23.
[8] Aslan , sejarah perjalanan kurikulum pendidikan islam di malaysia, (ta’limuna, vol.8 no.1, 2019) hlm.28.
[10]https://datakata.wordpress.com/2015/10/17/perbandingan-pendidikan-indonesia-dan-malaysia/ , 17 Saturday Oct 2015, di kutip pada pukul 21:28 WIB.  
[11] : http://krisdaning217.blogspot.com/2012/04/perbandingan-pendidikan-di-indonesia.html dikutip pada tanggal 27 maret 2020, pada pukul 06:53 WIB.

Komentar