SISTEM PENDIDIKAN DI SINGAPURA
BAB II
PEMBAHASAN
A. Potret Sistem Pemerintahan Singapura
Singapura
nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung
selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mi) di utara khatulistiwa di Asia
Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara dan dari
Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura adalah
pusat keuangan terdepan ketiga di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang
memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan
Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.
Sistem pemerintahan
Singapura adalah sistem demokrasi parlementer dengan model westminder. Bentuk
negara Singapura adalah pemerintahan republik parlementer. Kepala negara
Singapura adalah Presiden. Pemerintahan dijalankan kabinet yang dipimpin oleh
Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Perdana menteri singapura saat ini
adalah Lee Hsien Long, yang adalah anak dari Lee Kuan Yew, perdana menteri
sebelumnya yang menjabat sejak tahun 1959 hingga 1990. Freedom House menyebut
Singapura sebagai “sebagian bebas” dalam laporan Freedom in The World” dan The
Economist menempatkan Singapura pada tingkat “rezim hibrida”, ketiga dari
empat peringkat dalam “Indeks Demokrasi”.[1]
Singapura menjalankan
sistem multi partai. Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh kabinet. Kabinet
memiliki kewenangan mengendalikan pemerintahan dan bertanggung jawab secara
kolektif kepada Parlemen. Seperti kebanyakan negara di dunia saat ini, terdapat
tiga cabang terpisah dari kekuasaan pemerintahan yaitu legislatif, eksekutif,
dan yudikatif. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa ada pemisahan kekuasaan
di Singapura.
Sistem pemerintahan di
Singapura mirip dengan Inggris. Presiden ibaratkan ratu Inggris yang hanya
sebagai jabatan seremonial (formalitas). Namun, presiden diberi kehormatan
sebagai pemegang keputusan kunci di Singapura. Dalam sistem politik Singapura,
perdana menteri adalah pemegang kekuasaan pemerintahan. Sama persis dengan apa
yang terjadi pada sistem pemerintahan Inggris. Pemerintahannya cenderung bersih
dan bebas korupsi. Singapura secara konsisten telah dinilai sebagai negara yang
paling bersih dari korupsi di Asia dan masuk ke daftar sepuluh negara terbersih
dari korupsi di dunia oleh Transparency International. Indikator pemerintahan
Bank Dunia juga menilai baik Singapura dalam aturan hukum, pengendalian
korupsi, dan efektivitas pemerintahan.
B. Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara
Jumlah
penduduk Singapura memiliki persentase warga asing tertinggi keenam di dunia. Sekitar 42% penduduk Singapura adalah
warga asing dan mereka membentuk 50% sektor jasa di negara itu. Kebanyakan
berasal dari Cina, Malaysia,
Filipina, Amerika Utara, Timur Tengah, Eropa, Australia, Bangladesh dan India.
Negara ini merupakan yang terpadat kedua di dunia setelah Monako. Menurut statistik pemerintah,
jumlah penduduk Singapura pada 2009 sebanyak 4,99 juta jiwa,
3,73 juta jiwa di antaranya merupakan warga negara dan penduduk tetap Singapura (disebut "Singapore
Residents"). Jumlah warga negara pada tahun 2009 adalah 3,2 juta
jiwa. Berbagai kelompok bahasa Cina membentuk 74,2% dari
penduduk Singapura, Melayu13,4%, India 9,2%,
sementara Eurasia, Arab dan kelompok lain membentuk
3,2% dari populasi Singapura.
Menurut statistik terbaru tahun 2010, tingkat
kelahiran total penduduk Singapura mencapai tingkat 1,22 pada 2009. Tingkat
kelahiran total penduduk Cina Singapura adalah 1,08, diikuti India 1,14 dan
Melayu 1,82. Sedangkan pada 2019 populasi Singapura dilaporkan sebesar 5.7
Person. Rekor ini naik dibanding sebelumnya yaitu 5.6 Person untuk 2018. Data
Populasi Singapura diperbarui tahunan dengan rata-rata 2.7 Person dari 1950
sampai 2019, dengan 70 observasi. Data ini mencapai angka tertinggi sebesar 5.7
Person pada 2019 dan rekor terendah sebesar 1.0 Person.[2]
Singapura memiliki ekonomi pasar yang sangat maju, yang
secara historis berputar di sekitar perdagangan entrepot. Bersama Hong Kong, Korea Selatan
dan Taiwan, Singapura adalah satu dari Empat Macan Asia. Ekonominya sangat bergantung pada ekspor dan pengolahan
barang impor, khususnya di bidang manufaktur yang mewakili 26% PDB Singapura
tahun 2005 dan meliputi sektor elektronik, pengolahan minyak Bumi, bahan kimia,
teknik mekanik dan ilmu biomedis. Tahun 2006, Singapura memproduksi sekitar 10%
keluaran wafer dunia. Singapura memiliki
salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dan merupakan pusat pertukaran mata uang asing
terbesar keempat di dunia setelah London, New York dan Tokyo. Bank Dunia menempatkan
Singapura pada peringkat hub logistik teratas dunia.
Ekonomi
Singapura termasuk di antara sepuluh negara paling terbuka, kompetitif dan inovatif di dunia.
Dianggap sebagai negara paling ramah bisnis di dunia, Ratusan ribu ekspatriat
asing bekerja di Singapura di berbagai perusahaan
multinasional.
Terdapat juga ratusan ribu pekerja manual asing. Sebagai akibat dari resesi
global dan
kemerosotan pada sektor teknologi, PDB negara ini berkurang hingga 2.2% pada
2001. Economic Review Committee (ERC) didirikan bulan Desember 2001 dan
menyarankan beberapa perubahan kebijakan dengan tujuan merevitalisasi
perusahaan. Sejak itu, Singapura pulih dari resesi, terutama karena banyaknya perbaikan dalam ekonomi dunia; ekonomi
negara ini tumbuh 8,3% pada 2004 dan 6,4% pada 2005 dan 7.9% in 2006.
Singapura
memperkenalkan Pajak Barang dan Jasa (GST) dengan nilai awal 3% pada 1 April
1994 yang menambah pendapatan pemerintah hingga S$1,6 miliar (US$1 miliar,
€800 juta) dan menyeimbangkan keuangan pemerintah. Nilai GST ditingkatkan
menjadi 4% pada 2003, 5% pada 2004, dan 7% pada 1 Juli 2007. Banyak perusahaan
di Singapura terdaftar sebagai perusahaan berkewajiban terbatas swasta (umumnya
disebut perseroan terbatas swasta). Sebuah perseroan terbatas swasta di
Singapura adalah entitas hukum terpisah dan pemegang saham tidak berkewajiban
atas utang perusahaan yang melebihi jumlah modal saham dinamakan[3]
C.
Filsafat Pendidikan dan Orientasi Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu
indikator penting dalam pembangunan dan kemajuan di dalam suatu negara.
Keberhasilan atau kesuksesan pendidikan tersebut tidak bisa lepas dan
ditentukan oleh sistem yang dibangun atau dibuat di dalam pendidikan itu
sendiri. Adapun orientasi pendidikan di Singapura terdiri dari beberapa
tingkatan, yaitu:
1.
Pendidikan
Pra Sekolah
Pendidikan pra sekolah adalah
pendidikan yang dilakukan untuk anak-anak berusia 3 sampai dengan 6 tahun.
2.
Pendidikan
Dasar
Seorang anak di Singapura menjalani
pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun tahap dasar pertama
yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu
Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti
Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (Primary School Leaving Examination).
3.
Pendidikan
Menengah
Para siswa melaksanakan pendidikan
lanjutan selama 4 atau 5 tahun melalui program spesial, cepat ataupun
normal. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti
ujian GCE 'O' (Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Ordinary')
pada tingkat empat. Siswa pada program normal dapat memilih jurusan akademik
atau teknik, yang keduanya mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N'
(Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Normal') pada tingkat
empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa akan mengikuti ujian GCE 'O' pada
tingkat lima.
4.
Pendidikan
Pra Perguruan Tinggi
Setelah menyelesaikan ujian tingkat
GCE 'O', para siswa diperbolehkan mendaftar untuk mengikuti program akademi
selama dua tahun masa pelajaran pada pra-universitas atau institut terpadu
selama tiga tahun masa pelajaran pada pra-universitas, yang keduanya merupakan
dasar untuk masuk ke universitas. Kurikulum terdiri dari dua mata kuliah wajib,
yaitu General Paper dan Mother Tongue, dan maksimum empat subyek
Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Advanced' (GCE 'A') dari
tingkat seni, ilmu pengetahuan dan pelajaran tentang perniagaan. Di akhir
masa pelajaran pada pra universitas siswa mengikuti ujian tingkat GCE 'A'.
5.
Pendidikan
Tinggi
Pendidikan
Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup
program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis dan doktor yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi.[4]
D. Kebijakan di Bidang Pendidikan Agama.
Sebelum membahas pendidikan agama di
Singapura, pemakalah akan memaparkan macam-macam agama di Singapura, sebagai
berikut :
|
AGAMA
|
PERSEN
|
|
Ø Buddha
Ø Kristen
Ø Islam
Ø Taoisme
Ø Hindu
Ø Tanpa Agama
|
Ø 33 %
Ø 18 %
Ø 15 %
Ø 11 %
Ø 5.1 %
Ø 2.6 %
|
Buddha adalah
agama yang mendominasi Singapura, dengan 33% dari penduduk negara ini
menyatakan diri sebagai penganut agama tersebut pada sensus terakhir. Vihara
dan pusat Dharma dari tiga tradisi besar Buddha (Theravada, Mahayana dan Vajrayana)
dapat ditemukan di Singapura. Kebanyakan penganut Buddha di Singapura beretnis Tionghoa dan menganut tradisi Mahayana.
Dalam
hal ini pemakalah akan lebih menekankan kebijakan di bidang pendidikan agama
Islam. Lembaga pendidikan Islam (madrasah) dikelola secara modern dan
profesional, dengan kelengkapan perangkat keras dan lunak. Dari seluruh
madrasah Islam sebanyak enam buah, seluruhnya di bawah naungan Majelis Ugama
Islam Singapura (MUIS), sistem pendidikan diterapkan dengan memadukan ilmu-ilmu
agama dan ilmu-ilmu umum. Keenam madrasah itu adalah madrasah Al-Irsyad
Al-Islamiah (No. 9 Winstedt Road), madrasah Al-Maarif Al-Islamiah ( No. 14,
Ipoh Lane), madrasah Alsagoff Al-Islamiah (111. Jalan Sultan), madrasah
Aljunied Al-Islamiah (395, Victoria Street), madrasah Al-Arabiyyah Al-Islamiah
(No. 12, Jalan Selamat), dan madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah (589-D Sims
Avenue).
Waktu
penyelenggaraan belajar mengajar dimulai dari pukul 08.00 hingga 14.00. Lama
waktu ini juga berlaku di sekolah-sekolah umum dan non-madrasah. Agar tidak
ketinggalan dengan kemajuan teknologi, maka di setiap madrasah dibangun
laboratorium komputer dan internet, serta sistem pendukung pendidikan audio
converence. Selain dilengkapi fasilitas internet, setiap madrasah juga
mempunyai server tersendiri bagi pengembangan pendidikan modern. "Murid
dibiasakan dengan teknologi, terutama teknologi internet. Setiap hari, mereka
diberi waktu dua jam untuk aplikasi dan pemberdayaan internet," jelas
Mokson Mahori, Lc, guru di madrasah Al Junied Al Islamiyah. Sayangnya,
pendidikan Islam baru ada dalam institusi TK hingga madrasah Aliyah (SMU).
Untuk perguruan tingginya hingga kini belum ada. Manajemen yang sama juga
diterapkan dalam pengelolaan masjid. Tidak seperti yang dipahami selama ini,
bahwa masjid hanya sebatas tempat ibadah mahdhoh an sich (shalat lima waktu dan
shalat Jumat). Tetapi, masid di negeri sekuler ini, benar-benar berfungsi
sebagaimana zaman Rasulullah, sebagai pusat kegiatan Islam.
Saat
ini di Singapura terdapat 70 masjid. Selain tempatnya yang sangat bersih dan
indah, juga di ruas kanan dan kiri di setiap masjid terdapat ruangan-ruangan
kelas untuk belajar agama dan kursus keterampilan. Berbagai disiplin ilmu agama
diajarkan setiap siang dan sore hari. Kegiatan ceramah rohani usai juga
diajarkan usai shalat shubuh atau maghrib. Aktivitas lainnya, diskusi berbagai
masalah kontemporer dan keislaman. Diskusi ini biasanya diadakan oleh
organisasi remaja di setiap masjid. Dewan pengurus setiap masjid juga
menerbitkan media (majalah dan buletin) sebagai media dakwah dan ukhuwah sesama
muslim. Berbeda dengan di negara lainnya, para pengurus masjid digaji khusus,
dan memiliki ruangan pengurus eksekutif laiknya perkantoran modern.[5]
E. Kebijakan di Bidang Manajemen
Pendidikan Formal
Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada
pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura
memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para
siswa. [6] Pusat
Keunggulan Pendidikan-Singapura, Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun,
Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional
menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual
dan mengembangkan bakat.
Singapura
memiliki cita-cita untuk menjadi “education hub”. Universitas-universitas
terkenal didunia diharapkan dapat bekerja sama membuka kampus-kampus cabang di
Singapura. Sekolah-sekolah di Singapura mayoritas adalah sekolah pemerintah,
disebut Government school, yang menganut sistem pendidikan Inggris.
Disamping itu juga terdapat sekolah-sekolah Internasional yang menganut sistem
Australia atau Amerika. Para siswa Internasional yang ingin masuk ke Government
School harus mengikuti tes yang disebut AEIS Test.
Sistem pendidikan di Singapura terdiri dari
empat lembaga utama, yakni :
a.
Pemerintah, sekolah
yang didanai pemerintah dan independen untuk tingkat sekolah dasar dan
menengah.
b.
Universitas Lokal,
Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik- untuk paska pendidikan tingkat
menengah.
c.
Sekolah swasta untuk
pendidikan tingkat dasar dan menengah.
d.
Sekolah dengan sistem
dari luar negeri dan sekolah asing/internasional.
1) Pendidikan Pra Sekolah
Sekolah Pendidikan pra
sekolah diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak,
terdiri dari program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Terdaftar
pada menteri pendidikan, Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh
yayasan masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Pusat
perawatan anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah
raga. Kebanyakan dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan
tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada
umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan
pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang
menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Periode
pendaftaran bagi setiap Taman kanak-kanak dan pusat perawatan berbeda-beda.
Kebanyakan dari pusat perawatan anak menerima siswa dari negara mana pun
sepanjang tahun selama masih ada ketersediaan tempat. Silahkan menghubungi
Taman kanak-kanak tersebut secara langsung untuk informasi mengenai
pendaftaran, kurikulum dan lainnya.
2) Sekolah Dasar
Seorang anak di
Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun
tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi
tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Pada tahap dasar, kurikulum
inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika,
dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan,
pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan
sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Untuk memaksimalkan potensi mereka, siswa
diarahkan menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi.
Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (Primary
School Leaving Examination).
Kurikulum Sekolah Dasar
di Singapura telah digunakan sebagai model internasional, khususnya metode
pengajaran matematika. Siswa asing dari negara mana pun diterima di Sekolah
Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat. Sekolah Lanjutan Sekolah Lanjutan
di Singapura terdiri dari sekolah dengan Dana Pemerintah, bantuan Pemerintah
atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5
tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat
mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'O' (Singapore-Cambridge General
Certificate of Education 'Ordinary') pada tingkat empat. Siswa pada program
normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan
siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N' (Singapore-Cambridge General Certificate of
Education 'Normal') pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa
akan mengikuti ujian GCE 'O' pada tingkat lima. Kurikulum pendidikan lanjutan
mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan
kemanusiaan.
Pada tingkat lanjutan
ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di
jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan. Kurikulum pada
Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk
mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual.
a. National University of Singapore b. Nanyang Tecnological University c.
Singapore Management University Universitas lokal tersebut diatas membentuk
lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan yang dikenal secara internasional.
Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah dan beasiswa juga tersedia untuk
para siswa lanjutan tingkat akhir. Sejak berdiri pada tahun 1905, NUS telah
berkembang menjadi universitas yang mempunyai cakupan luas dengan menawarkan
pelatihan tentang berbagai disiplin ilmu seperti Ilmu pengetahuan, keahlian
tehnik terapan, teknologi, hukum, seni dan pengetahuan sosial dan pengobatan.
NTU didirikan pada tahun 1981 dengan menyediakan banyak fasilitas untuk
melaksanakan pendidikan tingkat 3 dan melakukan penelitian dalam keahlian
tehnik dan teknologi. NTU telah tergabung dengan National Institute Of
Education - fakultas keguruan - dan berkembang mencakup kegiatan pembukuan,
bisnis dan ilmu komunikasi.
3) Institusi Kesenian Swasta
Saat ini ada 2
institusi kesenian swasta di Singapura yaitu LASALLE College of the Arts dan
Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang menawarkan pendidikan kesenian selepas
sekolah menengah. Kedua sekolah tersebut dikelola oleh swasta dan merupakan
badan yang dibiayai publik; kedua institusi kesenian tersebut bersifat
non-profit, merupakan institusi pendidikan swasta dan dikelola secara mandiri
dengan bantuan dana dari Departemen Pendidikan Singapura dalam bentuk pendanaan
di tingkat politeknik untuk program Diploma tertentu. Sebagai tambahan,
institusi tersebut juga menawarkan program sarjana offshore atau program
sarjana yang terakreditasi secara eksternal yang tidak didanai oleh pemerintah.
4) Sekolah Swasta
Di Singapura, beragam
variasi sekolah swasta menawarkan berbagai jenis jurusan, yang menambah
keanekaragaman pandangan pendidikan antar bangsa. Ada lebih dari 300 sekolah
swasta komersial jurusan Teknologi Informasi, seni dan bahasa. Sekolah swasta
komersial dan sekolah khusus ini menawarkan jurusan yang banyak diminati siswa
lokal dan internasional. Sekolah-sekolah swasta menawarkan beragam jurusan dari
mulai sertifikat, diploma, sarjana, sampai dengan pasca sarjana. Melalui
hubungan kerja sama dengan universitas Internasional yang terkenal dari AS,
Inggris, Australia dan lainnya, sekolah-sekolah swasta ini menawarkan kepada
para siswa kesempatan untuk mendapatkan sertifikat internasional di lingkungan
yang dekat dan terjangkau. Setiap sekolah swasta mengadakan sistem pendaftaran
sendiri-sendiri.[7]
F.
Dinamika dalam Pengembangan Kurikulum
Kementerian
Pendidikan Singapura mengawasi pengembangan kurikulum nasional, yang mencakup
“Hasil Pendidikan yang Diinginkan”. Hasil yang diinginkan adalah keunggulan
siswa dalam kecakapan hidup, keterampilan pengetahuan, dan pengetahuan disiplin
subjek yang diorganisasikan ke dalam delapan keterampilan dan nilai-nilai inti:
pengembangan karakter, keterampilan manajemen diri, keterampilan sosial dan
kerja sama, keterampilan membaca dan berhitung, keterampilan komunikasi,
keterampilan informasi, keterampilan berpikir, keterampilan berpikir dan
kreativitas, dan keterampilan aplikasi pengetahuan.
Kurikulum
sekolah dasar difokuskan untuk memastikan bahwa siswa memiliki pemahaman yang
baik tentang bahasa Inggris, bahasa ibu (pengajaran dalam bahasa ibu tersedia
untuk siswa berbahasa Cina, Malaysia dan Tamil), dan matematika.Ada juga
beberapa elemen kurikulum tambahan, termasuk kewarganegaraan dan pendidikan
moral, perawatan pastoral dan bimbingan karir, pendidikan nasional, pendidikan
jasmani dan pekerjaan proyek. Ilmu pengetahuan dan studi sosial dimasukkan
dalam fase selanjutnya dari pendidikan dasar.
Meskipun
siswa dipilah ke dalam band-band yang dimulai di sekolah menengah, ada
kurikulum nasional untuk siswa berusia 12-16 yang pada dasarnya sama di seluruh
band, dengan siswa di jalur yang lebih sulit diharapkan untuk tampil di tingkat
kompetensi yang lebih tinggi. Mata pelajaran inti pada fase ini meliputi bahasa
Inggris; bahasa ibu;matematika;ilmu;literatur;sejarah;geografi;seni, kerajinan
dan desain;dan teknologi dan ekonomi rumah. Siswa juga diharuskan untuk
melanjutkan pendidikan mereka di beberapa mata pelajaran non-ujian:
kewarganegaraan dan pendidikan moral, pendidikan jasmani, musik dan perakitan.
Di sekolah menengah atas, siswa menghabiskan minimal delapan jam seminggu untuk
mata pelajaran “A” mereka (mata pelajaran ini dipilih oleh setiap siswa) dan
tambahan empat jam seminggu untuk pendidikan kewarganegaraan dan moral,
pendidikan perakitan dan pendidikan jasmani. Mahasiswa yang terikat dengan
universitas juga menyelesaikan pekerjaan proyek interdisipliner yang
dimaksudkan untuk mempromosikan pemecahan masalah kolaboratif, melek huruf dan
komunikasi dan keterampilan berpikir kreatif.
Kementerian
Pendidikan memiliki kendali besar atas bagaimana kurikulum diterapkan. Karena
mempromosikan pergeseran dari pengajaran berdasarkan ceramah guru dan menghafal
siswa ke yang menekankan keterlibatan dan kreativitas siswa, pejabat
kementerian bertemu secara teratur dengan para pemimpin sekolah dan
mengembangkan serangkaian peluang pengembangan profesional yang luas bagi para
guru ketika mereka meluncurkan sistem baru. Namun, dalam beberapa tahun
terakhir, kementerian telah berusaha melonggarkan kontrol mereka atas
kurikulum, mendorong sekolah untuk mempertimbangkan kurikulum sebagai kerangka
kerja, dan untuk beradaptasi dan bekerja dalam kerangka kerja untuk memenuhi
kebutuhan siswa mereka. Sekolah menengah juga didorong untuk mengembangkan
kursus tambahan untuk menghadirkan cita rasa yang berbeda di sekolah mereka;
siswa memilih sekolah menengah mereka, dan sering memilih sekolah yang
pendekatannya unik sesuai dengan minat mereka.[8]
G. Pengembangan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
Guru dituntut
produktif, kreatif dan berkembang. Setiap sekolah mempunyai teacher’s
assessment (penilaian guru). Proses penyaringan untuk menjadi guru sangat ketat
dan calon guru yang diterima disesuaikan dengan jumlah guru yang diperlukan,
sehingga semua calon guru tersebut pasti akan mendapatkan pekerjaan. Setelah
teraudisi, para calon guru diberi pelatihan sebelum bekerja, sehingga guru-guru
sudah mendapatkan pembekalan sebelumnya. Selain itu, gaji yang diberikan untuk
guru-guru di Singapura juga banyak. Hal itu menyebabkan kehidupan guru-guru
terjamin kesejahteraannya. Pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak
didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara
untuk mempersiapkan masa depan yang baik baginya. Pendidikan formal di
Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University.
Jika kepala
sekolah sudah menyatakan seorang guru tidak mampu bekerja dan diberhentikan,
maka selesai sudah profesi guru bagi orang tersebut. Karena orang tersebut
tidak akan pernah di terima kerja sebagai guru di sekolah mana pun di
Singapura. Jadi, hanya sekali kesempatan menjadi guru. Jika sudah diberhentikan
orang tersebut dapat mencari profesi lain selain guru. Saat ini besarnya gaji
guru negeri Singapura per bulannya sekitar 6.000 dollar Singapura (1 dollas
Singapura = 6.700 rupiah). Sedangkan untuk guru sekolah swasta bervariatif,
namun yang paling rendah sekitar 1.800 dollar Singapura. Setiap guru baru
maupun guru lama berhak mendapatkan jatah 100 jam pelatihan yang diadakan oleh
pemerintah.
H.
Pembiayaan Pendidikan
Pembiayaan sekolah di Singapura murah
karena setiap orang di negara tersebut dapat mengenyam pendidikan dengan mudah.
Biaya pendidikan disesuaikan dengan kemampuan rakyat, ditambah lagi dengan
beasiswa bagi rakyat yang kurang beruntung. Pendidikan Dasar untuk sekolah
negeri dan sekolah bantuan Pemerintah, biaya per bulan adalah sebagai berikut:
· S$120 untuk Sekolah Dasar
· S$170 untuk Sekolah Lanjutan
· S$280 untuk Pendidikan Pra
Universitas/ akademi
· Biaya kuliah di Polytechnic : S$ 2,500
/tahun. Setelah selesai Diploma siswa
dengan subsidi harus menjalani kerja praktek selama 3 tahun di salah satu
perusahaan Singapura.
· Biaya kuliah program Diploma di
College-college swasta : S$ 7,000 - 10,000 /tahun.
Disamping biaya-biaya tersebut di atas
masih terdapat biaya-biaya lain seperti :
· Biaya sebagai siswa asing untuk
Pemerintah Singapura sebesar S$ 1,000 (per 2 tahun)
· Sumbangan untuk sekolah sekitar S$
3,000 - 5,000 untuk masing-masing sekolah tingkat SD, SLTP, SMA.[9]
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Singapura
nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung
selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di
Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan
dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura
menjadi negara merdeka pada tanggal 9 agustus 1965 setelah adanya pemisahan
dari fedrasi Malaysia. Singapura adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia
dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam
perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari
lima pelabuhan tersibuk di dunia.
Guru
dituntut produktif, kreatif dan berkembang. Setiap sekolah mempunyai teacher’s
assessment (penilaian guru). Jika kepala sekolah sudah menyatakan seorang guru
tidak mampu bekerja dan diberhentikan, maka selesai sudah profesi guru bagi orang
tersebut. Karena orang tersebut tidak akan pernah di terima kerja sebagai guru di
sekolah mana pun di Singapura,Bayangkan. Hanya sekali kesempatan menjadi guru. Jika sudah
diberhentikan orang tersebut dapat mencari profesi lain selain guru.
DAFTAR PUSTAKA
http://wikipedia.org/wiki/Singapura, diakses pada tanggal 5 April
2020, pukul 08.00 WIB.
https://www.ceicdata.com/id/indicator/singapore/population,diakses pada tanggal 5 April
2020, pukul 08.00 WIB.
Haidar Putra,Daulay, ”Dinamika Pendidikan Islam
di Asia Tenggara”,(Jakarta: 2009,PT. Rineka Cipta), hlm.34-35.
Yudi Kustiana, Pendidikan Singapura dan
Thailand,( Jakarta: Artikel Pendidikan, 2011), hlm.105
“Konsultan Pendidikan ke Singapore”,diakses di http://www.pendidikanluarnegeri.com/services/sekolah-di-singapore,pada
tanggal 5 April 2020, pukul 10.00 WIB
[2] https://www.ceicdata.com/id/indicator/singapore/population,
diakses pada tanggal 5 April 2020, pukul 08.00 WIB.
[4] Daulay dan Haidar
Putra, Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara (Jakarta: 2009, PT.
Rineka Cipta), hlm.34-35.
[5] Konsultan Pendidikan ke Singapura”, di
askes di http://www.pendidikanluarnegeri.com/services/sekolah-di-singapore, pada tanggal 13
april 2020, pukul 20.29 WIB.
[7] http://wartasejarah.blogspot.com/2016/06/pendidikan-dan-kurikulum-di-singapura.html
Komentar
Posting Komentar