SISTEM PENDIDIKAN DI CHINA
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Potret sistem pemerintahan cina
China adalah
negara yang paling luas di dunia. China atau Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan negara sosialis dengan masyarakat
yang demokratis. Pada dasarnya cina menganut sistem sosialis di mana semua
kekuasaan di tangan rakyat cina. Bentuk negara China adalah kesatuan dengan
sistem pemerintahan presidensial dan bentuk pemerintahan komunis. pembagian wilayah administratif cina meliputi
provinsi, daerah otonom, dan kota madya. china juga dikatakan sebagai negara dengan
bentuk pemerintahan yang sosialis dan otrokratis.
Pemerintahan
Cina menganut ajaran komunisme aliran ini dijadikan ideologi dalam politik
maupun sosial. Dengan mengamalkan komunisme, china mampu membentuk tatanan
politik yang penuh dalam menentukan sebuah kebijakan sehingga pemerintahan cinta
bisa mencegah stabilitas politik dan keamanan nasionalnya.
Kepala negara
adalah presiden, sedangkan kepala pemerintah adalah perdana menteri presiden
dipilih oleh kongres rakyat nasional untuk masa jabatan 5 tahun. Sedangkan
untuk jabatan perdana menteri diusulkan oleh presiden dengan persetujuan kongres rakyat nasional. Bahasa yang digunakan oleh rakyat cina adalah
bahasa mandarin.
Agama yang ada
di china meliputi islam, katolik, Buddha, Mahayana, dan Protestan. Selain itu
juga terdapat beberapa kepercayaan yang dipercaya masyarakat cina yakni
konghucu. [1]
B.
Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara China
populasi tiongkok atau cina 1, 438, 194, 999. populasi tiongkok saat ini adalah 1.
438.176.942 pada kamis 16 april 2020 populasi cina 2020 diperkirakan setara
dengan 18,47% dari total populasi dunia, china menempati urutan nomor satu
dalam daftar negara dan dependensi
didasarkan populas, kepadatan
populasi di china adalah 153 per km persegi.[2]
Negara china
berada di asia bagian timur yang ber tetangga dengan jepang, korea selatan,
hongkong, makau, dan taiwan. china
menempati posisi nomor dua peringkat negara yang terluas di asia bawah
Rusia di wilayah wilayah utara cina
perbatasan langsung dengan mongolia,
wilayah bagian timur berbatasan langsung dengan taiwan dan laut cina
timu. cara geografis luas wilayah cina adalah 9.596.961 km. china merupakan daratan yang sangat luas di
asia timur di daratan selatan lebih didominasi oleh pegunungan. [3]
Etnis yang
besar jumlahnya adalah suguhan mencapai 92%.
yang lainnya adalah etnis tibet mongol korea mancur dan lain-lain. China
menjadi salah satu negara yang berkembang pesat dan mendapatkan atensi dunia
global. . china saat ini merupakan kandidat global power dalam sektor ekonomi
industri dan militer yang mengancam posisi negara-negara di daya dunia barat
hari ini ditunjukkan melalui pemajuan pesat perekonomian yang berdampak pada
transisi politik yang lebih stabil dibandingkan masa sebelumnya. [4]
China terus
memperbarui dukungan pemerintahannya terhadap sektor sektor perusahaannya
selain menunjukkan aktivitas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan export import
china juga mengawasi aktivitas nilai tukar mata uang dolar. di bindang industri china terkenal dengan
output tekstil, pertambangan, dan telekomunikasi.[5]
Potensi ekonomi
china didapatkan dari alamnya yang luas dan bunut sungai kuning yang telah
terkenal memberikan kesejahteraan bagi warga.
selain itu ekonomi china tumbuh ahmad besar karena adanya aliran
investasi luar dan dalam negeri yang luar biasa. investasinya seperti dalam
bidang industri infrastruktur dan properti
C.
Filsafat Pendidikan yang DIjadikan dasar dijadikan Dasar
pengembangan pendidikan di china
Dinamika
pendidikan di Cina sejarahnya panjang
dan rumit. Sistem yang ada sekara merupakan
produk campuran dari berbagai
filsafat klasik dan modern yang dipengaruhi oleh beragam agama, psikologi
sosial, budaya, politik, ekonomi sejak era kekaisaran
sampai penguasa Komunis sekarang. Pendidikan diorganisir sejak Dinasti Han tahun 206 SM–220 M di mana banyak literature
Konfusiunisme yang dijadikan filosofis masyarakat Cina dikumpulkan dan disusun
kembali.[6]
Sikap orang
Cina yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya tela melahirkan sebuah
filofis orang Cina mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga
kekuasaan Cina berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Cina yang akan
merubah wajah sistem pendidikan kuno di Cina. Tradisi pemikiran falsafah di
Cina bermula sekitar abad ke-6 SM pada masa pemerintahan Dinasti Chou di Utara.
Kon Fu Tze, Lao Tze, Meng Tze dan Chuang Tze dianggap sebagai peletak dasar dan
pengasas falsafah Cina. Pemikiran mereka sangat berpengaruh dan membentuk
ciri-ciri khusus yang membedakannya dari falsafah India dan Yunani.Dalam upaya
melihat bahwa teori dan kehidupan praktis tidak dapat dipisahkan, kita perlu
melihat bagaimana orang Cina memahami hubungan antarateori dan praktek dalam
suatu pemikiran yang bersifat falsafah.
Kita juga perlu
mengetahui bagaimana teori dihubungkan dengan kehidupan nyata. Ada dua perkara
yang harus dikaji dan ditelusuri secara mendalam: Pertama, konsep umum tentang
‘kebenaran’ dalam falsafah Cina; kedua, kemanusiaan yang dilaksanakan dalam
kehidupan nyata dan kemanusiaan yang diajarkan para filosof Cina dalamsistem
falsafah mereka. Secara umum pula pemahaman terhadap dua perkara tersebut
ditafsirkan dari Konfusianisme, yaitu ajaran falsafah yang dikembangkan dari
pemikiran Konfusius.
Konfusianisme sendiri
berkembang menjadi banyak aliran, di antaranya kemudian dikemb angkan menjadi
semacam agama, dengan kaedah dasar dari ajaran etikanya yang dirujuk pada pandangan
atau ajaran Konfusius. Sebagai ajaran falsafah pula, Konfusianisme telah berperan
sebagai landasan falsafat pendidikan di Cina selama lebih kurang 2000 tahun
lamanya. Karena itu ia benar-benar diresapi oleh bangsa Cina secara turun
temurun selama ratusan generasi. Konfusisnismelah yang mengajarkan bahwa antara
teori dan praktek tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan individu atau
masyarakat. Dalam Konfusianisme, seperti dalam banyak falsafah Cina yang lain,
pemikiran diarahkan sebagai pemecahan masalah-masalah praktis. Karena itu
falsafah Cina cenderung menolak kemutalakan atau pandangan hitam putih secara
berlebihan. Kebenaran harus diuji dalam peristiwa-peristiwa aktual dalam
panggung kehidupan, dan baru setelah teruji ia dapat diakui sebagai kebenaran.[7]
D.
Kebijakan Strategis dalam Bidang Pendidikan di China
Di China perubahan kurikulum merupakan tuntutan yang dibutuhkan
agar china menyesuaikan dengan kebijakan ekonomi dan pasar kerja domestic
maupun global. Pemerintah sangat terbuka terhadap hasil penelitian di bidang
pendidikan dan masukan dari praktisi pendidikan, pengusaha dan orang tua serta
masyarakat peduli pendidikan baik dari tingkat kecamatan maupun tingkat
nasional.
Tujuan pendidikan nasional china adalah untuk mempersiapkan pelajar
mengembangkan dirinya dalam dimensi moral, intelektual, fisik, dan estetika
sesuai dengan bidang pekerjaannya kelak agar menjadi pekerja sosialis yang
memiliki idialisme, terdidik dan berbudaya serta memiliki karakter yang kuat
dan disiplin.
Wajib belajar di china berlangsung selama 9 tahun, dimana anak-anak
memasuki Sekolah Dasar (SD) pada usia 6 tahun. Sebelum memasuki masa sekolah
dasar anak-anak dapat memperoleh pendidikan PAUD untuk beberapa tahun. Wajib
belajar terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun, siswa menempuh ujian nasional untuk memasuki pendidikan menengah atas yang terdiri 3 kategori,
yaitu:
1.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Umum, merupakan sekolah menengah atas
yang mempersiapkan siswanya memasuki jenjang pendidikan tinggi.
2.
SMA Spesialis/Teknik, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat
khusus dibidang teknik yang siap terjun di dunia kerja. Lulusan sekolah ini
diperbolehkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3.
SMA Vokasi/Profesional, sekolah menengah atas yang mempersiapkan
siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus di bidang vokasi yang siap
terjun di dunia kerja.[8]
E. Kebijakan
Negara Cina Terhadap Pendi dikan Agama Islam
1.
Sistem pendidikan Muslim di Negeri Tirai Bambu pada umumnya sama
dengan pendidikan di wilayah muslim lainya. Pada mulanya pendidikan agama
berkonsentrasi pada masjid-masjid dengan menggunakan sistem halaqah atau
masyarakat muslim China lebih mengenalnya dengan sebutan Jingtang Jiaoyu.
Sistem ini merupakan sistem pendidikan yang dikembangkan oleh masyarakat Muslim
China selama periode kekuasaan Dinasti Ming dan Hui yang menjadikan
masjid-masjid sebagai pusatnya.
2.
Bahasa Arab serta Persia merupakan bagian dari kurikulum utama
dalam sistem pendidikan Islam di China.[9]
3.
Pada masa Republik China, pemerintah mendukung Akademi Guru Chengda
yang membantu mengatur era baru dalam pendidikn Islam di China.
4. perhatian pemerintah China pada
terhadap pendidiakn Islam sangat besar. Terbukti pemerintah pada sengaja
menyediakan dana untuk Federasi Keselamatan Nasional Islam China untuk
pendidikan Islam di negeri tersebut.[10]
5.
Pemerintah membangun perguruan tinggi di daerah yang menjadi basis penduduk Muslim juga menjadi tempat dimana
banyak perguruan tinggi Islam lahir. Begitu juga dengan sekolah lanjutan
seperti Now West College yang berdiri di Peking, Ming The Secondary School yang
ada di Provinsi Yunnan, Mu Sing Secondary Scool di Chinghai, Kun Loon Middle
School di Chinghai dan Cheng Ta Islamic Normal School di Tsianan dan Peking.
Serta Kang Chow yang terletak di Provinsi Kansu pernah menjadi kiblat utama
pengkajian Islam hingga tahun 1928.[11]
6.
Jasa Jenderal Ma Fo
Hiang setidaknya telah membangun 12 tempat pendidikan di sekitar masjid-masjid.
7. Pembangunan serta renovasi (perbaikan) masjid ini didukung
oleh pemerintah. Misalnya
pembangunan Masjid Xiningroad yang menghabiskan biaya 4,5 juta RMB atau sebesar Rp 9
miliar.
8. Dalam rangka untuk secara efektif mengandung dan secara
sistematis memperbaiki penyebaran ekstrimisme religius dan insiden teroris yang
sering, Pemerintah Provinsi Xinjiang telah mendirikan pusat pendidikan dan
pelatihan di beberapa Kabupaten. Upaya ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
memerangi terorisme dan ekstrimisme. Pusat ini memberikan kurikulum yang
mencakup pendidikan Bahasa Cina secara lisan dan tertulis, pemahaman hukum,
keterampilan kejuruan, dan pemahaman bahaya radikalisasi.
9. Program pendidikan dan pelatihan tidak pernah mengganggu
kebebasan para peserta didik untuk memeluk kepercayaan beragama dan program ini
tidak pernah membuat upaya untuk meminta peserta pelatihan mengubah keyakinan
keagamaan mereka. Ini adalah prinsip dasar, diabadikan dalam Konstitusi
Tiongkok, ditentukan oleh hukum, dan dibuktikan dengan upaya pemerintah
Tiongkok, untuk menghormati dan melindungi hak asasi manusia (HAM).
F. Pengembangan
Kurikulum
Perkembangan
pendidikan Islam di China telah melahirkan banyak cendekiawan, lembaga-lembaga
pendidikan dan pemikiran orisinil yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat
muslim China namun juga bagi perkembangan budaya China secara keseluruhan.
Meski beberapa kali umat Islam China mendapatkan tekanan dari Dinasti yang
berkuasa saat itu, namun dengan kegigigan dan semangat belajarnya tidak
mengurangi niat mereka untuk tetap mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahkan sebagian dari mereka rela menyisihkan harta kekayaanya untuk
membangun dan membiayai lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sering kali tidak
mendapat respon dari penguasa pada saat itu.
Sistem
pendidikan yang diterapkan umat Islam juga menunjukkan adanya sebuah langkah
progresif dari waktu ke waktu. Hal ini terlihat jelas ketika perkembangan awal
pendidikan Islam di China masih memanfaatkan masjid sebagai tempat utama untuk
saling tukar pengetahuan (atau yang sering disebut halaqah). Model halaqah
dengan memanfaatkan masjid sudah menjadi ciri khas pendidikan Islam di abad
pertama berdirinya Islam. Dengan kondisi politik yang fluktuatif bagi umat
Islam China, secara mengejutkan mereka mampu meningkatkan model sistem
pendidikan yang lebih modern yaitu model sistem pendidikan perguruan tinggi
mengikuti perkembangan zaman modern pada masa itu. Untuk yang kesekian kalinya,
dalam sektor pendidikan umat Islam China berhasil membuktikan bahwa dengan
jumlah minoritasnya mereka tetap survive tidak hanya untuk menegakkan
panji-panji Islam namun juga untuk masa depan China yang lebih gemilang.
Imbas dari
pesatnya perkembangan pendidikan Islam yang di rintis oleh tokoh-tokoh muslim
China ini adalah banyaknya karya tulis atau kolom tulisan yang menampung karya
tulis tentang pemikiran Islam. Tulisan yang dimuat dalam jurnal-jurnal tersebut
tidak hanya menambah khasanah keilmuan, lebih dari itu, karyakarya tersebut
bahkan mampu mempengaruhi arah gerak pemikiran masyarakat muslim China. Berikut
beberapa kolom jurnal yang memiliki banyak pengaruh terhadap pemikiran muslim di
China: Islamic Journal (Berkala Islam) yang terbit di Yunnan pada tahun 1911,
Islamic Literature (Kesusteraan Islam) terbit di Peking. Selanjutnya ada
Domestic Education terbit di Katon pada 1912 M, The Journal of The Muslim
Youth, The Islamic Community dan masih banyak lagi. [12]Kolom-kolom
jurnal tersebut sangat penting bagi masyarakat Islam. Tema tulisan yang terbit
biasanya berisi tentang gagasan dan pandangan-pandangan umat Islam
tentangkeislaman dan kemajuan.
Perkembangan
pendidikan Islam di China selain dapat ditelusuri melalui lembaga-lembaga
pendidikan dan journal/majalah Islam yang menginspirasi, selama Islam mewarnai
beberapa dinasti yang ada di China hingga masa revolusi terdapat para tokoh
cendikiawan terkenal karena pencapaian bidang akademiknya diantaranya adalah:
Dalam bidang Sastra adaLee Yen Shen, Lee Hsuin dan Lee Shun mereka terkenal
sebagai cendekiawan dalam bidang Sastra, pada masa kekaisaran Dinasti Tang.
Selanjutnya ada Wang Daiyu (1584-1670), dia adalah pencipta dari teori pembela Islam
dengan membedakan dengan budaya China. Ia juga sangat mahir dalam bidang studi
pengetahuan klasik China dan telah menyebarkan inti dari ajaran Islam kepada
masyarakat China. Tidak bisa dipungkiri, pemikiran Wang Daiyu banyak
mempengaruhi umat Islam sepanjang sejarah. Adapun karya-karya monumentalnya
yang terkenal hingga kini adalah True Explanation on The Right Religion
(Islam), High Learning in Qing Zhen (Islam).[13]
Jingtang jiaoyu ialah
satu sistem pendidikan Islam yang dikembangkan semasa zaman Dinasti Ming di kalangan orang Hui, yang
berpusatkan sekitar masjid. 13 Kitab
berbahasa Arab dan Parsi adalah
sebahagian daripada kurikulum utama. Di madrasah, sesetangah kesusasteraan Cina Muslim seperti Han Kitab digunakan
untuk tujuan pendidikan. Liu Zhi (sarjana) menulis teks-teks bagi membantu orang Hui mempelajari bahasa Arab.[3] Bahasa
Parsi adalah bahasa asing Islam yang utama digunakan oleh Muslim Cina, diikuti
oleh bahasa Arab.
Jingtang Jiaoyu diasaskan oleh Hu
Dengzhou ( 1522-1597) pada zaman
Dinasti Ming. Lima kitab berbahasa Parsi dan al-Quran adalah antara lapan kitab
berbahasa Arab yang membentuk "13 Kitab" (سابقة).
Pegawai-pegawai Kuomintang yang beragama Islam dalam
kerajaan Republik
China menyokong
Akademi Pengajar Chengda, yang membantu membawa kepada satu era baru pendidikan
Islam di China, yang mempromosikan nasinalisme dan bahasa Cina di kalangan
Muslim, dan memasukkan mereka sepenuhnya ke dalam aspek utama masyarakat Cina.
Kementerian Pendidikan menyediakan dana kepada Persekutuan Penyelamat
Kebangsaan Islam China bagi pendidikan Muslim Cina. Presiden persekutuan
itu ialah Panglima Bai Chongxi (Pai Chung-hsi) dan naib
presidennya ialah Tang Kesan (Tang Ko-san) 40 buah sekolah rendah Cina-Arab
diasaskan di Ningxia oleh gabenornya Ma Hongkui.
Imam Wang Jingzhai belajar di Universiti al-Azhar, Mesir bersama-sama beberapa orang pelajar
Muslim Cina yang lain, antara pelajar Cina pertama pada zaman moden yang
belajar di Timur
Tengah. Wang
mengimbas kembali pengalaman mengajarnya di madrasah-madrasah di
wilayah-wilayah Henan (Yu), Hebei (Ji), dan Shandong (Lu) yang terletak di luar kubu
kuat tradisi pendidikan Muslim di barat laut China, dan kawasan taraf hidup
yang lebih miskin dan pelajarnya mengalami masa yang lebih sukar berbanding
pelajar di barat laut. Pada tahun 1931 China menghantar lima orang pelajar
untuk belajar di al-Azhar, antara mereka adalah Muhammad Ma Jian dan mereka adalah orang Cina
pertama yang belajar di al-Azhar. Na Zhong, seorang keturunan Nasr al-Din (Yunnan), adalah seorang pelajar lain yang
dihantar ke al-Azhar pada tahun 1931, bersama-sama Zhang Ziren, Ma Jian, dan
Lin Zhongming. [14]
Sama seperti di
Indonesia, Pendidikan Dasar di China terdiri dari tingkat SD dan SMP. Hanya
saja tidak ada ujian khusus, seperti Ujian Nasional, sebagai syarat kelulusan
SD. Meski demikian, setiap siswa harus memiliki prestasi yang menonjol sejak
kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP untuk dapat masuk ke SMA Unggulan yang disediakan
oleh pemerintah provinsi.
Biaya
pendidikan untuk SD dan SMP seluruhnya gratis jika siswa merupakan satu-satunya
anak dalam keluarga. Akan tetapi jika keluarga memiliki lebih dari satu anak
maka fasilitas pendidikan gratis ini tidak diberikan untuk semua anak. Hal ini
merupakan imbas dari kebijakan satu anak (one-child policy) yang diberlakukan
di China sejak tahun 1979 untuk mengendalikan laju penduduknya. Kebijakan ini
hanya diberlakukan untuk siswa dari etnis Han yang merupakan etnis mayoritas
(91,59% ) di China, sementara 8,41% sisanya terdiri dari 55 etnis minoritas.
Kebanyakan SD
dan SMP di China adalah milik pemerintah, sehingga memiliki kualitas dan fasilitas
pendidikannya yang serupa. Meski demikian, masih terdapat perbedaan kualitas
antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota umumnya telah
mencapai lebih dari 80% standar kualitas yang ditetapkan, sementara di desa
baru mencapai 60% dari standar kualitas pemerintah. Pemerintah China terus
berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan. Namun sebelum hal
itu tercapai, para lulusan SMP yang berprestasi diarahkan untuk melanjutkan
pendidikan ke SMA Unggulan di kota
Kurikulum di SD
dibagi menjadi dua, yaitu untuk SD awal dan SD lanjutan. SD awal terdiri dari
kelas 1 dan 2, sementara SD lanjutan adalah kelas 3-6. Seluruh pelajaran di SD
menggunakan guru kelas kecuali untuk mata pelajaran seni dan olahraga. Jumlah
siswa di tiap kelas mencapai 60-90 orang, terutama di kota-kota besar.
Dalam setahun,
pembelajaran efektif di sekolah dilaksanakan selama 40 minggu, total masa
liburan adalah 10-11 minggu, dan 1-2 minggu merupakan masa peralihan semester.
Awal tahun ajaran dimulai setiap tanggal 1 September dan berakhir pada akhir
bulan Januari atau awal Februari, disesuaikan dengan tanggal perayaan Imlek.
Liburan pada saat perayaan Imlek disebut sebagai liburan musim semi dan
berlangsung selama 2 minggu. Semester genap dimulai setelah liburan musim semi
sampai dengan tanggal 30 Juni. Setelah itu siswa akan mendapat liburan musim
panas dari tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus.
Beban pelajaran
per minggu untuk tingkat SD awal adalah 26 jam, SD lanjutan 30 jam, dan SMP 34
jam. Setiap jam pelajaran berlangsung selama 30 menit untuk SD awal, 35 menit
untuk SD lanjutan, dan 40 menit untuk SMP. Sekolah diadakan pada hari
Senin-Jumat mulai pukul 07.00 pagi yang diawali dengan senam bersama. Pelajaran
di kelas dimulai sekitar pukul 08.00 yang berlangsung selama 2 jam pelajaran,
kemudian istirahat selama 10 menit, dan dilanjutkan belajar kembali selama 3-4
jam pelajaran. Istirahat siang dimulai dari 11.30 hingga 13.30 yang
dipergunakan untuk makan dan tidur siang. Selanjutnya siswa akan kembali
belajar hingga pukul 16.30. Umumnya jam kerja orangtua berakhir pada pukul
16.00, sehingga sepulang sekolah anak dapat langsung berkumpul dengan
orangtuanya. Kurikulum untuk tingkat SD dan SMP terdiri dari 5-10 mata
pelajaran per tahun.[15]
G. Sistem Penjenjangan Pendidikan yang dikembangkan di China
Adapun struktur sistem pendidikan Cina adalah meliputi : Pendidikan dasar (basic
education), pendidikan teknik dan kejuruan (Technical and Vactional Education,
TAPE), pendidikan tinggi (Higher education, HE), dan pendidikan orang dewasa
(adult education, HA), berikut visualisai system pendidikan Cina.
Basic Education mencakup TK, Sekolah dasar dan pendidikan menengah,
dengan lama pendidikan yaiu : prasekolah 3 tahun ke atas, sekolah dasar 5-6
tahun dengan usia masuk SD 6 th, dan pendidikan Sekola Menengah Tingkat pertama
3 th, dan tingkat atas selama 3 tahun.
Pada tahun 1990 APN murid SD adalah 97,8%, sedangkan angka
melanjutkan ke sekolah menengah pertama 77,8%, (38,69 juta) yang ditampung di
72000 SMP, dan 16000 SMA dengan siswa 7,17 juta orang, dan 1075 lembaga Perguruan
Tinggi, dengan mahasiwa 2,15 juta mahasiswa.
Selain pendidikan formal, di Cina juga berkembang pendidikan non
formal yang berupa pendidikan orang dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan dapat memberi
sumbangan dalam pengembangan sosioekonomi penduduk.
Selain itu di Cina dikembangkan pendidikan literasi guna pemberantasan buta
huruf, hingga saat ini sudah tercatat 42,5 juta lebih Rakyat Cina yang telah
dapat, “melek aksara”. Pada tahun 1996 tercatat 82% tingkat literasi di Cina. (The World Almance and book of facts 2000).[16]
Sistem Pendidikan Di Tiongkok
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
Sumber: Atase Pendidikan Beijing
Pendidikan
dasar Cina terdiri dari 3 tahun PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), 6 tahun
pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah pertama, dan 3 tahun pendidikan
menengah atas. Ada pula pendidikan tinggi setingkat akademi 2‐3 tahun,
pendidikan tinggi kejuruan teknik 4 tahun, pendidikan gelar sarjana 4 tahun,
pendidikan gelar magister 2‐3 tahun, dan pendidikan doktor 3 tahun.
Wajib
belajar di Cina berlangsung selama 9 tahun, di mana anak‐anak memasuki Sekolah
Dasar (SD) pada usia 6 tahun. Sebelum memasuki masa sekolah dasar, anak‐anak
dapat memperoleh pendidikan PAUD untuk beberapa tahun. Wajib belajar terdiri
dari 6 tahun SD dan 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Setelah
menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun, siswa menempuh ujian nasional
untuk memasuki pendidikan menengah atas yang terdiri 3 kategori, yaitu:
1. Sekolah Menengah Atas (SMA) Umum,
merupakan sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya memasuki jenjang
pendidikan tinggi.
2. SMA Spesialis/Teknik,
sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan
diklat khusus dibidang teknik yang siap terjun di dunia kerja. Lulusan sekolah
ini diperbolehkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3. SMA Vokasi/Profesional,
sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan
diklat khusus di bidang vokasi yang siap terjun di dunia kerja.[17]
Pendidikan
tinggi diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi seperti universitas (misalnya: bidang umum dan teknik), Institusi
spesialisasi (misalnya: kedokteran, pertanian, bahasa asing, dsb.), Universitas
vokasi (misalnya: diklat guru) dan Akademi. Ujian masuk ke pendidikan tinggi di
Cina sangat kompetitif.
H. Lembaga Pendidikan Swasta dan Negeri di China
Kebanyakan SD dan SMP di China adalah milik pemerintah, sehingga memiliki
kualitas
dan fasilitas pendidikannya yang serupa. Meski demikian, masih terdapat perbedaan kualitas
antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota umumnya telah mencapai lebih dari 80% standar
kualitas yang ditetapkan, sementara di desa baru mencapai 60% dari standar
kualitas pemerintah. Pemerintah China terus berusaha meningkatkan kualitas
pendidikan di daerah pedesaan. Namun sebelum hal itu tercapai, para lulusan
SMP yang berprestasi diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Unggulan
di kota.[18]
Dibawah
pengawasan State Council, Kementerian Pendidikan bertanggung‐jawab untu k
semua perencanaan dan penyusunan kebijakan umum tentang pendidikan, di mana
administrasi pendidikan dasar didesentralisasikan ke Pemerintah Provinsi dan
Kota/Kabupaten/Desa. Sedangkan administrasi dan pengawasan pendidikan tinggi
dilakukan di tingkat nasional dan provinsi.
Pelaksanaan
pendidikan wajib belajar dipimpin oleh State Council yang dilaksanakan
oleh pemerintah daerah di mana manajemen pelaksanaannya dibagi ke pemerintah
provinsi, dan kabupaten/kota/kecamatan. Pengaturan manajemen pelaksanaan wajib belajar ini juga
meliputi sistem pendanaan yang ditanggung oleh pemerintah daerah.
Sistem
administrasi pendidikan tinggi dilakukan di pemerintah pusat dan provinsi,
dimana pemerintah provinsi memiliki tanggung‐jawab terbesar dalam manajemen
pendidikan tinggi.
Sistem
administrasi pendidikan teknik dan kejuruan secara keseluruhan merupakan
tanggung jawab State Council, namun tanggung jawab terbesar terletak
pada pemerintah daerah yang berkoordinasi dengan sektor swasta, industri,
pengusaha, dan perusahaan dengan harapan bahwa pendidikan keahlian yang
diajarkan berorientasi pada keterampilan dasar yang sesuai dengan dunia usaha
dan pasar kerja.
Pendirian
pendidikan swasta dimungkinkan di Cina berdasarkan pada peraturan perundangan “the
Private and Non Governmental Education Act of the People’s Republic of Cina and the Regulations on Implementation of the
Act”. Pihak swasta dapat
berperan dengan memberikan sumbangan fasilitas, dana, manajemen dalam
pengelolaan pendidikan dan memberi pilihan pendidikan lain yang bisa dijadikan
pertimbangan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.[19]
Penyedia pendidikan swasta di Cina umumnya dijalankan
sebagai organisasi laba dan bukannya lembaga akademis, meskipun kadang-kadang,
Anda juga bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang sangat mengesankan melalui
sumber-sumber alternatif ini. Baru-baru ini, universitas-universitas Inggris seperti
Liverpool dan Nottingham telah membuka kampus-kampus afiliasi Asia di China
karena menarik "kekayaan dengan otak".[20]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
China adalah
Negara yang bisa mengembangkan pendidikannya dengan baik tanpa terlalu banyak
hambatan. Negara yang penduduknya hanya pyluhan juta tidak lepas dari kesulitan
dan masalah pendidikan. Mengikuti format sistem pemerintahan, sistem pendidikan
china di katakana sebagai tersentralisasi. Namun demikian, reformasi pendidikan
di china telah memodifikasi bentuk sentralisasi yang hakikatnya mengarah kepada
pendelegasian wewenang ke tingkat penguasa pendidikan yang rendah di
daerah-daerah.
DAFTAR PUSTAKA
Wijaya, Ismail
Eka Wijaya. 2007. STUDI KOMPARATIF PENDIDIKAN DI KAWASAN ASIA (RCC, KOREA
SELATAN, JEPANG). Jurnal Educare Vol. 5, No.1.
Anwar, Chaerun.
2014. Sistem Pendidikan di China. Atase Pendidikan KBRI Beijing.
Fatimaningrum,
Arumi Savitri. 2012. Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China. UNY.
Seminar Nasional
Diseminasi Shortcourse BERMUTU Dikti 2012.
educations.com.
Diakses pada 17 April 2020 dari https://id.educations.com/study-guides/asia/study-in-china/education-system-3968
https:// munajathati.wordpress.com
.diakses16april 2020 pukul 23.00
http://worldmeter. info.co.id diakses pada tanggal 16 april 2020
Syahnur, Agustuan. 2011. Perbandingan Pendidikan 15 Negaraa.(bandung
:lubuk agung bandung
Panjaitan, Iwan Sunarya.2013. Filsafat Pendididkan dan Beberapa Negara
dengan Aliran Filsafat Pendidikan
yang dianutnya. Medan.
Huda, Nor. Riedha Faridha. 2015. Islam Di Cina Pada Masa
Pemerintahan Republik Nasionalis, 1911-1949.
Tamaddun.
Asmanidar. 2015. ‘Potret Tamaddun Islam Di Negeri Tirai Bambu:
Mulai Dari Masa Dinasti Tang Hingga Republik China’. Jurnal Ilmiah
Islam Futura.
https://ms.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Islam_di_China
[3] Ismail Eka Wijaya, “Studi Komparatif Pendidikan di Kawasan Asia
(RCC, Korea Slatan, Jepang), jurnal Educare, vol. 5, No 1.
[6] Chaarun Anwar, Sistem Pendidiann atas Pendidikan KBRI di bajung
kedutaan besar Indonesian, Beijing,, The Guardin, hal 4
[7] Iwan Sunarya Panjaitan, Filsafat Pe ndididkan dan Beberapa
Negara dengan Aliran Filsafat [endidikan yang dianutnya, Medan, 2013, hal:
19-20
[8] Chaarun Anwar, Sistem
Pendidiann atas Pendidikan KBRI di bajung kedutaan besar Indonesian, Beijing,,
The Guardin, hal 7-11
[9] Riedha Faridha and Nor Huda, ‘Islam Di Cina Pada Masa Pemerintahan
Republik Nasionalis, 1911-1949’, Tamaddun, 14.2 (2015), 156 hal.19.
[11] Faridha and Huda.Op.cit. hal.,20.
[13] Asmanidar,
‘Potret Tamaddun Islam Di Negeri Tirai Bambu: Mulai Dari Masa Dinasti Tang
Hingga Republik China’, Jurnal Ilmiah Islam Futura, 14.2 (2015), hal.205.
[15] Fatimaningrum, Savitri, Arumi”Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China”, jurnal
ilmiah, PG-PAUD, UNY Peserta Shortcourse Dikti
BERMUTU di Huazhong Normal University, RRC 2015, hal 5-6
[16] Ismail Eka Wijaya, “STUDI
KOMPARATIF PENDIDIKAN DI KAWASAN ASIA (RCC, KOREA SELATAN, JEPANG)”, Jurnal
Educare Vol. 5, No.1, 2007, hlm. 50-51.
[18] Arumi Savitri Fatimaningrum,
“Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China”, UNY, Seminar Nasional Diseminasi Shortcourse BERMUTU Dikti 2012, 2012, hlm. 6.
[20] educations.com, https://id.educations.com/study-guides/asia/study-in-china/education-system-3968 (diakses pada 17 April 2020)



Komentar
Posting Komentar