SISTEM PENDIDIKAN DI CHINA


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Potret sistem pemerintahan cina
China adalah negara yang paling luas di dunia. China atau Republik Rakyat Cina (RRC)  merupakan negara sosialis dengan masyarakat yang demokratis. Pada dasarnya cina menganut sistem sosialis di mana semua kekuasaan di tangan rakyat cina. Bentuk negara China adalah kesatuan dengan sistem pemerintahan presidensial dan bentuk pemerintahan komunis.  pembagian wilayah administratif cina meliputi provinsi, daerah otonom, dan kota madya. china juga dikatakan sebagai negara dengan bentuk pemerintahan yang sosialis dan otrokratis.
Pemerintahan Cina menganut ajaran komunisme aliran ini dijadikan ideologi dalam politik maupun sosial. Dengan mengamalkan komunisme, china mampu membentuk tatanan politik yang penuh dalam menentukan sebuah kebijakan sehingga pemerintahan cinta bisa mencegah stabilitas politik dan keamanan nasionalnya.
Kepala negara adalah presiden, sedangkan kepala pemerintah adalah perdana menteri presiden dipilih oleh kongres rakyat nasional untuk masa jabatan 5 tahun. Sedangkan untuk jabatan perdana menteri diusulkan oleh presiden dengan  persetujuan kongres rakyat nasional.  Bahasa yang digunakan oleh rakyat cina adalah bahasa mandarin.
Agama yang ada di china meliputi islam, katolik, Buddha, Mahayana, dan Protestan. Selain itu juga terdapat beberapa kepercayaan yang dipercaya masyarakat cina yakni konghucu. [1]

B.    Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara China
populasi tiongkok atau cina 1, 438, 194, 999.  populasi tiongkok saat ini adalah 1. 438.176.942 pada kamis 16 april 2020 populasi cina 2020 diperkirakan setara dengan 18,47% dari total populasi dunia, china menempati urutan nomor satu dalam daftar negara dan dependensi  didasarkan populas,  kepadatan populasi di china adalah 153 per km persegi.[2]
Negara china berada di asia bagian timur yang ber tetangga dengan jepang, korea selatan, hongkong, makau,  dan taiwan. china menempati posisi nomor dua peringkat negara yang terluas di asia bawah Rusia  di wilayah wilayah utara cina perbatasan langsung dengan mongolia,  wilayah bagian timur berbatasan langsung dengan taiwan dan laut cina timu. cara geografis luas wilayah cina adalah 9.596.961 km.  china merupakan daratan yang sangat luas di asia timur di daratan selatan lebih didominasi oleh pegunungan. [3]
Etnis yang besar jumlahnya adalah suguhan mencapai 92%.  yang lainnya adalah etnis tibet mongol korea mancur dan lain-lain. China menjadi salah satu negara yang berkembang pesat dan mendapatkan atensi dunia global. . china saat ini merupakan kandidat global power dalam sektor ekonomi industri dan militer yang mengancam posisi negara-negara di daya dunia barat hari ini ditunjukkan melalui pemajuan pesat perekonomian yang berdampak pada transisi politik yang lebih stabil dibandingkan masa sebelumnya. [4]
China terus memperbarui dukungan pemerintahannya terhadap sektor sektor perusahaannya selain menunjukkan aktivitas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan export import china juga mengawasi aktivitas nilai tukar mata uang dolar.   di bindang industri china terkenal dengan output tekstil, pertambangan, dan telekomunikasi.[5]
Potensi ekonomi china didapatkan dari alamnya yang luas dan bunut sungai kuning yang telah terkenal memberikan kesejahteraan bagi warga.  selain itu ekonomi china tumbuh ahmad besar karena adanya aliran investasi luar dan dalam negeri yang luar biasa. investasinya seperti dalam bidang industri infrastruktur dan properti

C.    Filsafat Pendidikan yang DIjadikan dasar dijadikan Dasar pengembangan pendidikan di china
Dinamika pendidikan di Cina sejarahnya  panjang dan rumit. Sistem yang ada sekara merupakan  produk campuran dari  berbagai filsafat klasik dan modern yang dipengaruhi oleh beragam agama, psikologi sosial, budaya, politik, ekonomi sejak era           kekaisaran sampai penguasa Komunis sekarang. Pendidikan diorganisir sejak Dinasti Han  tahun 206 SM–220 M di mana banyak literature Konfusiunisme yang dijadikan filosofis  masyarakat Cina dikumpulkan dan disusun kembali.[6]
Sikap orang Cina yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya tela melahirkan sebuah filofis orang Cina mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga kekuasaan Cina berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Cina yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di Cina. Tradisi pemikiran falsafah di Cina bermula sekitar abad ke-6 SM pada masa pemerintahan Dinasti Chou di Utara. Kon Fu Tze, Lao Tze, Meng Tze dan Chuang Tze dianggap sebagai peletak dasar dan pengasas falsafah Cina. Pemikiran mereka sangat berpengaruh dan membentuk ciri-ciri khusus yang membedakannya dari falsafah India dan Yunani.Dalam upaya melihat bahwa teori dan kehidupan praktis tidak dapat dipisahkan, kita perlu melihat bagaimana orang Cina memahami hubungan antarateori dan praktek dalam suatu pemikiran yang bersifat falsafah.
Kita juga perlu mengetahui bagaimana teori dihubungkan dengan kehidupan nyata. Ada dua perkara yang harus dikaji dan ditelusuri secara mendalam: Pertama, konsep umum tentang ‘kebenaran’ dalam falsafah Cina; kedua, kemanusiaan yang dilaksanakan dalam kehidupan nyata dan kemanusiaan yang diajarkan para filosof Cina dalamsistem falsafah mereka. Secara umum pula pemahaman terhadap dua perkara tersebut ditafsirkan dari Konfusianisme, yaitu ajaran falsafah yang dikembangkan dari pemikiran Konfusius.
Konfusianisme sendiri berkembang menjadi banyak aliran, di antaranya kemudian dikemb angkan menjadi semacam agama, dengan kaedah dasar dari ajaran etikanya yang dirujuk pada pandangan atau ajaran Konfusius. Sebagai ajaran falsafah pula, Konfusianisme telah berperan sebagai landasan falsafat pendidikan di Cina selama lebih kurang 2000 tahun lamanya. Karena itu ia benar-benar diresapi oleh bangsa Cina secara turun temurun selama ratusan generasi. Konfusisnismelah yang mengajarkan bahwa antara teori dan praktek tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan individu atau masyarakat. Dalam Konfusianisme, seperti dalam banyak falsafah Cina yang lain, pemikiran diarahkan sebagai pemecahan masalah-masalah praktis. Karena itu falsafah Cina cenderung menolak kemutalakan atau pandangan hitam putih secara berlebihan. Kebenaran harus diuji dalam peristiwa-peristiwa aktual dalam panggung kehidupan, dan baru setelah teruji ia dapat diakui sebagai kebenaran.[7]

D.    Kebijakan Strategis dalam Bidang Pendidikan di China
Di China perubahan kurikulum merupakan tuntutan yang dibutuhkan agar china menyesuaikan dengan kebijakan ekonomi dan pasar kerja domestic maupun global. Pemerintah sangat terbuka terhadap hasil penelitian di bidang pendidikan dan masukan dari praktisi pendidikan, pengusaha dan orang tua serta masyarakat peduli pendidikan baik dari tingkat kecamatan maupun tingkat nasional.
Tujuan pendidikan nasional china adalah untuk mempersiapkan pelajar mengembangkan dirinya dalam dimensi moral, intelektual, fisik, dan estetika sesuai dengan bidang pekerjaannya kelak agar menjadi pekerja sosialis yang memiliki idialisme, terdidik dan berbudaya serta memiliki karakter yang kuat dan disiplin.
Wajib belajar di china berlangsung selama 9 tahun, dimana anak-anak memasuki Sekolah Dasar (SD) pada usia 6 tahun. Sebelum memasuki masa sekolah dasar anak-anak dapat memperoleh pendidikan PAUD untuk beberapa tahun. Wajib belajar terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Setelah     menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun, siswa menempuh ujian nasional untuk memasuki pendidikan           menengah atas yang terdiri 3 kategori, yaitu:
1.     Sekolah Menengah    Atas (SMA) Umum, merupakan sekolah menengah atas  yang mempersiapkan siswanya memasuki jenjang pendidikan tinggi.          
2.     SMA Spesialis/Teknik, sekolah menengah   atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus dibidang teknik yang siap terjun di dunia kerja. Lulusan sekolah ini diperbolehkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3.     SMA Vokasi/Profesional, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus di bidang vokasi yang siap terjun di dunia kerja.[8]

E.    Kebijakan Negara Cina Terhadap Pendi dikan Agama Islam
1.     Sistem pendidikan Muslim di Negeri Tirai Bambu pada umumnya sama dengan pendidikan di wilayah muslim lainya. Pada mulanya pendidikan agama berkonsentrasi pada masjid-masjid dengan menggunakan sistem halaqah atau masyarakat muslim China lebih mengenalnya dengan sebutan Jingtang Jiaoyu. Sistem ini merupakan sistem pendidikan yang dikembangkan oleh masyarakat Muslim China selama periode kekuasaan Dinasti Ming dan Hui yang menjadikan masjid-masjid sebagai pusatnya.
2.     Bahasa Arab serta Persia merupakan bagian dari kurikulum utama dalam sistem pendidikan Islam di China.[9]
3.     Pada masa Republik China, pemerintah mendukung Akademi Guru Chengda yang membantu mengatur era baru dalam pendidikn Islam di China.
4.     perhatian pemerintah China pada terhadap pendidiakn Islam sangat besar. Terbukti pemerintah pada sengaja menyediakan dana untuk Federasi Keselamatan Nasional Islam China untuk pendidikan Islam di negeri tersebut.[10]
5.     Pemerintah membangun perguruan tinggi di daerah yang menjadi basis penduduk Muslim juga menjadi tempat dimana banyak perguruan tinggi Islam lahir. Begitu juga dengan sekolah lanjutan seperti Now West College yang berdiri di Peking, Ming The Secondary School yang ada di Provinsi Yunnan, Mu Sing Secondary Scool di Chinghai, Kun Loon Middle School di Chinghai dan Cheng Ta Islamic Normal School di Tsianan dan Peking. Serta Kang Chow yang terletak di Provinsi Kansu pernah menjadi kiblat utama pengkajian Islam hingga tahun 1928.[11]
6.     Jasa Jenderal Ma Fo Hiang setidaknya telah membangun 12 tempat pendidikan di sekitar masjid-masjid.
7.     Pembangunan serta renovasi (perbaikan) masjid ini didukung oleh pemerintah. Misalnya pembangunan Masjid Xiningroad yang menghabiskan biaya 4,5 juta RMB atau sebesar Rp 9 miliar.
8.     Dalam rangka untuk secara efektif mengandung dan secara sistematis memperbaiki penyebaran ekstrimisme religius dan insiden teroris yang sering, Pemerintah Provinsi Xinjiang telah mendirikan pusat pendidikan dan pelatihan di beberapa Kabupaten. Upaya ini adalah untuk memenuhi kebutuhan memerangi terorisme dan ekstrimisme. Pusat ini memberikan kurikulum yang mencakup pendidikan Bahasa Cina secara lisan dan tertulis, pemahaman hukum, keterampilan kejuruan, dan pemahaman bahaya radikalisasi.
9.     Program pendidikan dan pelatihan tidak pernah mengganggu kebebasan para peserta didik untuk memeluk kepercayaan beragama dan program ini tidak pernah membuat upaya untuk meminta peserta pelatihan mengubah keyakinan keagamaan mereka. Ini adalah prinsip dasar, diabadikan dalam Konstitusi Tiongkok, ditentukan oleh hukum, dan dibuktikan dengan upaya pemerintah Tiongkok, untuk menghormati dan melindungi hak asasi manusia (HAM).
F.    Pengembangan Kurikulum
Perkembangan pendidikan Islam di China telah melahirkan banyak cendekiawan, lembaga-lembaga pendidikan dan pemikiran orisinil yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat muslim China namun juga bagi perkembangan budaya China secara keseluruhan. Meski beberapa kali umat Islam China mendapatkan tekanan dari Dinasti yang berkuasa saat itu, namun dengan kegigigan dan semangat belajarnya tidak mengurangi niat mereka untuk tetap mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahkan sebagian dari mereka rela menyisihkan harta kekayaanya untuk membangun dan membiayai lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sering kali tidak mendapat respon dari penguasa pada saat itu.
Sistem pendidikan yang diterapkan umat Islam juga menunjukkan adanya sebuah langkah progresif dari waktu ke waktu. Hal ini terlihat jelas ketika perkembangan awal pendidikan Islam di China masih memanfaatkan masjid sebagai tempat utama untuk saling tukar pengetahuan (atau yang sering disebut halaqah). Model halaqah dengan memanfaatkan masjid sudah menjadi ciri khas pendidikan Islam di abad pertama berdirinya Islam. Dengan kondisi politik yang fluktuatif bagi umat Islam China, secara mengejutkan mereka mampu meningkatkan model sistem pendidikan yang lebih modern yaitu model sistem pendidikan perguruan tinggi mengikuti perkembangan zaman modern pada masa itu. Untuk yang kesekian kalinya, dalam sektor pendidikan umat Islam China berhasil membuktikan bahwa dengan jumlah minoritasnya mereka tetap survive tidak hanya untuk menegakkan panji-panji Islam namun juga untuk masa depan China yang lebih gemilang.
Imbas dari pesatnya perkembangan pendidikan Islam yang di rintis oleh tokoh-tokoh muslim China ini adalah banyaknya karya tulis atau kolom tulisan yang menampung karya tulis tentang pemikiran Islam. Tulisan yang dimuat dalam jurnal-jurnal tersebut tidak hanya menambah khasanah keilmuan, lebih dari itu, karyakarya tersebut bahkan mampu mempengaruhi arah gerak pemikiran masyarakat muslim China. Berikut beberapa kolom jurnal yang memiliki banyak pengaruh terhadap pemikiran muslim di China: Islamic Journal (Berkala Islam) yang terbit di Yunnan pada tahun 1911, Islamic Literature (Kesusteraan Islam) terbit di Peking. Selanjutnya ada Domestic Education terbit di Katon pada 1912 M, The Journal of The Muslim Youth, The Islamic Community dan masih banyak lagi. [12]Kolom-kolom jurnal tersebut sangat penting bagi masyarakat Islam. Tema tulisan yang terbit biasanya berisi tentang gagasan dan pandangan-pandangan umat Islam tentangkeislaman dan kemajuan.
Perkembangan pendidikan Islam di China selain dapat ditelusuri melalui lembaga-lembaga pendidikan dan journal/majalah Islam yang menginspirasi, selama Islam mewarnai beberapa dinasti yang ada di China hingga masa revolusi terdapat para tokoh cendikiawan terkenal karena pencapaian bidang akademiknya diantaranya adalah: Dalam bidang Sastra adaLee Yen Shen, Lee Hsuin dan Lee Shun mereka terkenal sebagai cendekiawan dalam bidang Sastra, pada masa kekaisaran Dinasti Tang. Selanjutnya ada Wang Daiyu (1584-1670), dia adalah pencipta dari teori pembela Islam dengan membedakan dengan budaya China. Ia juga sangat mahir dalam bidang studi pengetahuan klasik China dan telah menyebarkan inti dari ajaran Islam kepada masyarakat China. Tidak bisa dipungkiri, pemikiran Wang Daiyu banyak mempengaruhi umat Islam sepanjang sejarah. Adapun karya-karya monumentalnya yang terkenal hingga kini adalah True Explanation on The Right Religion (Islam), High Learning in Qing Zhen (Islam).[13]
Jingtang jiaoyu ialah satu sistem pendidikan Islam yang dikembangkan semasa zaman Dinasti Ming di kalangan orang Hui, yang berpusatkan sekitar masjid. 13 Kitab berbahasa Arab dan Parsi adalah sebahagian daripada kurikulum utama. Di madrasah, sesetangah kesusasteraan Cina Muslim seperti Han Kitab digunakan untuk tujuan pendidikan. Liu Zhi (sarjana) menulis teks-teks bagi membantu orang Hui mempelajari bahasa Arab.[3] Bahasa Parsi adalah bahasa asing Islam yang utama digunakan oleh Muslim Cina, diikuti oleh bahasa Arab.
Jingtang Jiaoyu diasaskan oleh Hu Dengzhou ( 1522-1597) pada zaman Dinasti Ming. Lima kitab berbahasa Parsi dan al-Quran adalah antara lapan kitab berbahasa Arab yang membentuk "13 Kitab" (سابقة).
Pegawai-pegawai Kuomintang yang beragama Islam dalam kerajaan Republik China menyokong Akademi Pengajar Chengda, yang membantu membawa kepada satu era baru pendidikan Islam di China, yang mempromosikan nasinalisme dan bahasa Cina di kalangan Muslim, dan memasukkan mereka sepenuhnya ke dalam aspek utama masyarakat Cina. Kementerian Pendidikan menyediakan dana kepada Persekutuan Penyelamat Kebangsaan Islam China bagi pendidikan Muslim Cina. Presiden persekutuan itu ialah Panglima Bai Chongxi (Pai Chung-hsi) dan naib presidennya ialah Tang Kesan (Tang Ko-san)  40 buah sekolah rendah Cina-Arab diasaskan di Ningxia oleh gabenornya Ma Hongkui.
Imam Wang Jingzhai belajar di Universiti al-AzharMesir bersama-sama beberapa orang pelajar Muslim Cina yang lain, antara pelajar Cina pertama pada zaman moden yang belajar di Timur Tengah. Wang mengimbas kembali pengalaman mengajarnya di madrasah-madrasah di wilayah-wilayah Henan (Yu), Hebei (Ji), dan Shandong (Lu) yang terletak di luar kubu kuat tradisi pendidikan Muslim di barat laut China, dan kawasan taraf hidup yang lebih miskin dan pelajarnya mengalami masa yang lebih sukar berbanding pelajar di barat laut. Pada tahun 1931 China menghantar lima orang pelajar untuk belajar di al-Azhar, antara mereka adalah Muhammad Ma Jian dan mereka adalah orang Cina pertama yang belajar di al-Azhar. Na Zhong, seorang keturunan Nasr al-Din (Yunnan), adalah seorang pelajar lain yang dihantar ke al-Azhar pada tahun 1931, bersama-sama Zhang Ziren, Ma Jian, dan Lin Zhongming. [14]
Sama seperti di Indonesia, Pendidikan Dasar di China terdiri dari tingkat SD dan SMP. Hanya saja tidak ada ujian khusus, seperti Ujian Nasional, sebagai syarat kelulusan SD. Meski demikian, setiap siswa harus memiliki prestasi yang menonjol sejak kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP untuk dapat masuk ke SMA Unggulan yang disediakan oleh pemerintah provinsi.
Biaya pendidikan untuk SD dan SMP seluruhnya gratis jika siswa merupakan satu-satunya anak dalam keluarga. Akan tetapi jika keluarga memiliki lebih dari satu anak maka fasilitas pendidikan gratis ini tidak diberikan untuk semua anak. Hal ini merupakan imbas dari kebijakan satu anak (one-child policy) yang diberlakukan di China sejak tahun 1979 untuk mengendalikan laju penduduknya. Kebijakan ini hanya diberlakukan untuk siswa dari etnis Han yang merupakan etnis mayoritas (91,59% ) di China, sementara 8,41% sisanya terdiri dari 55 etnis minoritas.
Kebanyakan SD dan SMP di China adalah milik pemerintah, sehingga memiliki kualitas dan fasilitas pendidikannya yang serupa. Meski demikian, masih terdapat perbedaan kualitas antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota umumnya telah mencapai lebih dari 80% standar kualitas yang ditetapkan, sementara di desa baru mencapai 60% dari standar kualitas pemerintah. Pemerintah China terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan. Namun sebelum hal itu tercapai, para lulusan SMP yang berprestasi diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Unggulan di kota
Kurikulum di SD dibagi menjadi dua, yaitu untuk SD awal dan SD lanjutan. SD awal terdiri dari kelas 1 dan 2, sementara SD lanjutan adalah kelas 3-6. Seluruh pelajaran di SD menggunakan guru kelas kecuali untuk mata pelajaran seni dan olahraga. Jumlah siswa di tiap kelas mencapai 60-90 orang, terutama di kota-kota besar.
Dalam setahun, pembelajaran efektif di sekolah dilaksanakan selama 40 minggu, total masa liburan adalah 10-11 minggu, dan 1-2 minggu merupakan masa peralihan semester. Awal tahun ajaran dimulai setiap tanggal 1 September dan berakhir pada akhir bulan Januari atau awal Februari, disesuaikan dengan tanggal perayaan Imlek. Liburan pada saat perayaan Imlek disebut sebagai liburan musim semi dan berlangsung selama 2 minggu. Semester genap dimulai setelah liburan musim semi sampai dengan tanggal 30 Juni. Setelah itu siswa akan mendapat liburan musim panas dari tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus.
Beban pelajaran per minggu untuk tingkat SD awal adalah 26 jam, SD lanjutan 30 jam, dan SMP 34 jam. Setiap jam pelajaran berlangsung selama 30 menit untuk SD awal, 35 menit untuk SD lanjutan, dan 40 menit untuk SMP. Sekolah diadakan pada hari Senin-Jumat mulai pukul 07.00 pagi yang diawali dengan senam bersama. Pelajaran di kelas dimulai sekitar pukul 08.00 yang berlangsung selama 2 jam pelajaran, kemudian istirahat selama 10 menit, dan dilanjutkan belajar kembali selama 3-4 jam pelajaran. Istirahat siang dimulai dari 11.30 hingga 13.30 yang dipergunakan untuk makan dan tidur siang. Selanjutnya siswa akan kembali belajar hingga pukul 16.30. Umumnya jam kerja orangtua berakhir pada pukul 16.00, sehingga sepulang sekolah anak dapat langsung berkumpul dengan orangtuanya. Kurikulum untuk tingkat SD dan SMP terdiri dari 5-10 mata pelajaran per tahun.[15]

G.   Sistem Penjenjangan Pendidikan yang dikembangkan di China
Adapun struktur sistem pendidikan Cina adalah meliputi : Pendidikan dasar (basic education), pendidikan teknik dan kejuruan (Technical and Vactional Education, TAPE), pendidikan tinggi (Higher education, HE), dan pendidikan orang dewasa (adult education, HA), berikut visualisai system pendidikan Cina.
Basic Education mencakup TK, Sekolah dasar dan pendidikan menengah, dengan lama pendidikan yaiu : prasekolah 3 tahun ke atas, sekolah dasar 5-6 tahun dengan usia masuk SD 6 th, dan pendidikan Sekola Menengah Tingkat pertama 3 th, dan tingkat atas selama 3 tahun.
Pada tahun 1990 APN murid SD adalah 97,8%, sedangkan angka melanjutkan ke sekolah menengah pertama 77,8%, (38,69 juta) yang ditampung di 72000 SMP, dan 16000 SMA dengan siswa 7,17 juta orang, dan 1075 lembaga Perguruan Tinggi, dengan mahasiwa 2,15 juta mahasiswa.
Selain pendidikan formal, di Cina juga berkembang pendidikan non formal yang berupa pendidikan orang dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan dapat memberi sumbangan dalam pengembangan sosioekonomi penduduk.
Selain itu di Cina dikembangkan pendidikan literasi guna pemberantasan buta huruf, hingga saat ini sudah tercatat 42,5 juta lebih Rakyat Cina yang telah dapat, “melek aksara”. Pada tahun 1996 tercatat 82% tingkat literasi di Cina. (The World Almance and book of facts 2000).[16]
Sistem Pendidikan Di Tiongkok
Kotak Teks: Pasar Dunia Kerja dan Pendidikan Berkelanjutan
 













Sumber: Atase Pendidikan Beijing
Pendidikan dasar Cina terdiri dari 3 tahun PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), 6 tahun pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah pertama, dan 3 tahun pendidikan menengah atas. Ada pula pendidikan tinggi setingkat akademi 2‐3 tahun, pendidikan tinggi kejuruan teknik 4 tahun, pendidikan gelar sarjana 4 tahun, pendidikan gelar magister 2‐3 tahun, dan pendidikan doktor 3 tahun.
Wajib belajar di Cina berlangsung selama 9 tahun, di mana anak‐anak memasuki Sekolah Dasar (SD) pada usia 6 tahun. Sebelum memasuki masa sekolah dasar, anak‐anak dapat memperoleh pendidikan PAUD untuk beberapa tahun. Wajib belajar terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun, siswa menempuh ujian nasional untuk memasuki pendidikan menengah atas yang terdiri 3 kategori, yaitu:
1.     Sekolah Menengah Atas (SMA) Umum, merupakan sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya memasuki jenjang pendidikan tinggi.
2.     SMA Spesialis/Teknik, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus dibidang teknik yang siap terjun di dunia kerja. Lulusan sekolah ini diperbolehkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3.     SMA Vokasi/Profesional, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus di bidang vokasi yang siap terjun di dunia kerja.[17]
Pendidikan tinggi diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi seperti universitas  (misalnya: bidang umum dan teknik), Institusi spesialisasi (misalnya: kedokteran, pertanian, bahasa asing, dsb.), Universitas vokasi (misalnya: diklat guru) dan Akademi. Ujian masuk ke pendidikan tinggi di Cina sangat kompetitif.
H.   Lembaga Pendidikan Swasta dan Negeri di China
Kebanyakan SD dan SMP di China adalah milik pemerintah, sehingga memiliki kualitas dan fasilitas pendidikannya yang serupa. Meski demikian, masih terdapat perbedaan kualitas antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota umumnya telah mencapai lebih dari 80% standar kualitas yang ditetapkan, sementara di desa baru mencapai 60% dari standar kualitas pemerintah. Pemerintah China terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan. Namun sebelum hal itu tercapai, para lulusan SMP yang berprestasi diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Unggulan di kota.[18]
Dibawah pengawasan State Council, Kementerian Pendidikan bertanggung‐jawab untu k semua perencanaan dan penyusunan kebijakan umum tentang pendidikan, di mana administrasi pendidikan dasar didesentralisasikan ke Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten/Desa. Sedangkan administrasi dan pengawasan pendidikan tinggi dilakukan di tingkat nasional dan provinsi.
Pelaksanaan pendidikan wajib belajar dipimpin oleh State Council yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah di mana manajemen pelaksanaannya dibagi ke pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota/kecamatan. Pengaturan manajemen pelaksanaan wajib belajar ini juga meliputi sistem pendanaan yang ditanggung oleh pemerintah daerah.
Sistem administrasi pendidikan tinggi dilakukan di pemerintah pusat dan provinsi, dimana pemerintah provinsi memiliki tanggung‐jawab terbesar dalam manajemen pendidikan tinggi.
Sistem administrasi pendidikan teknik dan kejuruan secara keseluruhan merupakan tanggung jawab State Council, namun tanggung jawab terbesar terletak pada pemerintah daerah yang berkoordinasi dengan sektor swasta, industri, pengusaha, dan perusahaan dengan harapan bahwa pendidikan keahlian yang diajarkan berorientasi pada keterampilan dasar yang sesuai dengan dunia usaha dan pasar kerja.
Pendirian pendidikan swasta dimungkinkan di Cina berdasarkan pada peraturan perundangan “the Private and Non Governmental Education Act of the People’s Republic of Cina and the Regulations on Implementation of the Act”. Pihak swasta dapat berperan dengan memberikan sumbangan fasilitas, dana, manajemen dalam pengelolaan pendidikan dan memberi pilihan pendidikan lain yang bisa dijadikan pertimbangan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.[19]
Penyedia pendidikan swasta di Cina umumnya dijalankan sebagai organisasi laba dan bukannya lembaga akademis, meskipun kadang-kadang, Anda juga bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang sangat mengesankan melalui sumber-sumber alternatif ini. Baru-baru ini, universitas-universitas Inggris seperti Liverpool dan Nottingham telah membuka kampus-kampus afiliasi Asia di China karena menarik "kekayaan dengan otak".[20]




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            China adalah Negara yang bisa mengembangkan pendidikannya dengan baik tanpa terlalu banyak hambatan. Negara yang penduduknya hanya pyluhan juta tidak lepas dari kesulitan dan masalah pendidikan. Mengikuti format sistem pemerintahan, sistem pendidikan china di katakana sebagai tersentralisasi. Namun demikian, reformasi pendidikan di china telah memodifikasi bentuk sentralisasi yang hakikatnya mengarah kepada pendelegasian wewenang ke tingkat penguasa pendidikan yang rendah di daerah-daerah.









DAFTAR PUSTAKA
Wijaya, Ismail Eka Wijaya. 2007. STUDI KOMPARATIF PENDIDIKAN DI KAWASAN ASIA (RCC, KOREA SELATAN, JEPANG). Jurnal Educare Vol. 5, No.1.
Anwar, Chaerun. 2014. Sistem Pendidikan di China. Atase Pendidikan KBRI Beijing.
Fatimaningrum, Arumi Savitri. 2012. Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China. UNY. Seminar Nasional Diseminasi Shortcourse BERMUTU Dikti 2012.
  https:// munajathati.wordpress.com .diakses16april 2020 pukul 23.00
http://worldmeter. info.co.id diakses pada tanggal 16 april 2020
Syahnur, Agustuan. 2011. Perbandingan Pendidikan 15 Negaraa.(bandung :lubuk agung        bandung
Panjaitan, Iwan Sunarya.2013.  Filsafat Pendididkan dan Beberapa Negara dengan Aliran            Filsafat Pendidikan yang dianutnya. Medan.
Huda, Nor. Riedha Faridha. 2015. Islam Di Cina Pada Masa Pemerintahan Republik Nasionalis,   1911-1949. Tamaddun.
Asmanidar. 2015. ‘Potret Tamaddun Islam Di Negeri Tirai Bambu: Mulai Dari Masa Dinasti       Tang    Hingga Republik China’. Jurnal Ilmiah Islam Futura.
https://ms.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Islam_di_China


[1]https:// munajathati.wordpress.com. diakses 16 april 2020 pukul 23.00
[2] http://worldmeter. info.co.id diakses pada tanggal 16 april 2020
[3] Ismail Eka Wijaya, “Studi Komparatif Pendidikan di Kawasan Asia (RCC, Korea Slatan, Jepang), jurnal Educare, vol. 5, No 1.
[4]  agustuan syahnur perbandingan pendidikan 15 negaraa (bandung :lubuk agung bandung 2001 hlm 95
[5] jurnal analisis hubungan internasional oleh jahi vol. 3 no. 2 tahun 2014) hlm 476-47
[6] Chaarun Anwar, Sistem Pendidiann atas Pendidikan KBRI di bajung kedutaan besar Indonesian, Beijing,, The Guardin, hal 4
[7] Iwan Sunarya Panjaitan, Filsafat Pe ndididkan dan Beberapa Negara dengan Aliran Filsafat [endidikan yang dianutnya, Medan, 2013, hal: 19-20
[8]  Chaarun Anwar, Sistem Pendidiann atas Pendidikan KBRI di bajung kedutaan besar Indonesian, Beijing,, The Guardin, hal 7-11

[9] Riedha Faridha and Nor Huda, ‘Islam Di Cina Pada Masa Pemerintahan Republik Nasionalis, 1911-1949’, Tamaddun, 14.2 (2015), 156 hal.19.
[10] Faridha and Huda.Op.cit, hal.19
[11] Faridha and Huda.Op.cit. hal.,20.

[13] Asmanidar, ‘Potret Tamaddun Islam Di Negeri Tirai Bambu: Mulai Dari Masa Dinasti Tang Hingga Republik China’, Jurnal Ilmiah Islam Futura, 14.2 (2015), hal.205.
[15] Fatimaningrum, Savitri, Arumi”Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China”, jurnal ilmiah, PG-PAUD, UNY Peserta Shortcourse Dikti BERMUTU di Huazhong Normal University, RRC 2015, hal 5-6
[16] Ismail Eka Wijaya, “STUDI KOMPARATIF PENDIDIKAN DI KAWASAN ASIA (RCC, KOREA SELATAN, JEPANG)”, Jurnal Educare Vol. 5, No.1, 2007, hlm. 50-51.
[17] Chaerun Anwar, “Sistem Pendidikan di China”, Atase Pendidikan KBRI Beijing, 2014, hlm. 8-10.
[18] Arumi Savitri Fatimaningrum, “Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar di China”, UNY, Seminar Nasional Diseminasi Shortcourse BERMUTU Dikti 2012, 2012, hlm. 6.
[19] Chaerun Anwar, op. cit., hlm, 13.

Komentar