Manfaat, Peran, dan Fungsi Teknologi di Era New Normal
Covid 19 atau yang biasa dikenal dengan sebutan virus corona adalah syndrom penyakit pernafasan akut yang pertama kali menginfeksi di Wuhan, China pada tahun 2019 hingga detik ini yang penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Pandemi Covid 19 di Indonesia juga turut menyadarkan mayarakat untuk hidup dengan gaya bersih dan sehat agar terhindar dari paparan bakteri dan virus yang dapat mmenyebabkan penyakit. Selama kurang lebih 3 bulan terakhir virus tersebut berkembang secara pesat di Indonesia dan menginfeksi kurang lebih 25.022 jiwa. Guna memutuskan rantar perkembangan dari virus tersebut pemerintah Indonesia memberlakukan PSBB (Pemberantasan Sosial Berskala Besar) yang mengakibatkan terbatasnya ruang gereak masyarakat untuk beraktivitas sehari hari.
Hampir segala aspek mengalami kelumpuhan akibat dari dampak virus Corona, terutama di bagian sekto ekonomi baik dikalangan masyarakat berpenghasilan tinggi maupun rendah sehingga membuat mereka sulit untuk memenuhi kebutahan hidupnya sehari hari. Pemerintahpun tidak tinggal diam dan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako. Naman, dikarenakan adanya PSBB maka pemberia bantuan kepada masyarakat tanpa harus adanya interaksi antar individu.
Pandemi tersebut juga berimbas pada perubahan sosial di masyarakat. Banyak orang orang yang mulai sadar akan kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Hal tersebut bisa terlihat dengan adanya tempat cuci tangan di tempat tempat umum seta adanya penyemproyan cairan disinfektan di lingkungan sekitar. Satu satunya cara untuk memutuskan rantai dari virus ini adalah dengan melakukan strerilisassi di tempat umum yang sering digunakan untuk berkumpul bersama. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan hand sanitizer untuk membunuh virus yang menempel pada tangan. Namun, untuk melakukannya di tempat umum perlu adanya tenaga manusia yang tidak sedikit. Hal ini juga berbanding terbalik dengan larangan pemerintah untuk berkerumun agar rantai virus ini tidak menyebar.
Perlu adanya soulusi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan ini, misalnya dengan menggunakan bantuan dari robot guna membantu manusia, contohnya yaitu hansantizer otomatis, bilik penyemprotan disinfectan, drone penyemprot disinfectan, aplikasi penyebar informasi Covid 19, dan lain sebagainya. Harapanya teknologi ini dapat meringankan kerja manusia dalam memutuskan penyebaran virus ini. Berbicara mengenai teknologi, di era sekarang ini sangatlah luas, tidak hanya melbatka satu bidang saja akan tetapi juga banyak bidang. Lantas apa saja peran dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan virus corona ini?
Pemanfaatan teknologi di era new normal ini tidak hanya sebagai penyebar informasi tentang covid 19 ini saja melainkan juga berperan dalam kehidupan manusia. Inovasi dan pengunaan teknologi di era sekarang ini meningkat secara signifikan dan semakin meluas, kita hidup di ere new normal sekarang ini dituntut untuk mengusai teknologi baik dari kalangan yang muda muda maupun orang tua. Teknologi pada dasarnya banyak digunakan di bidang pendidikan dan kesehatan. Seperti munculnya fenomena work from home (WFH), belajar di rumah, seminar online atau web seminar, konsultasi kesehatan online, dan masih banyak lagi mengenai hal hal baru di era new nomal ini.
Teknologi di era new normal tidak hanya dikembangkan di bidang Pendidikan saja, tetapi juga di bidang Kesehatan sebagai mitigasi yang membantu pelayanan masyarakat tentang covid-19. Di geografi kita mengenal tentang GIS (Geographic Information System) dengan adanya teknologi tersebut harapannya dapat membantu memetakan daerah yang terdampak oleh covid-19. Saat ini, peran BIG data dalam new era normal ini sangat berpengaruh dalam pandemic covid-19, data-data yang terkumpul dan selalu update setiap saat dapat memberikan informasi yang bagus jika data tersebut diolah dengan baik.
Diperlukan pula campur tangan dari pemerintah dalam peningkatan teknologi guna mengatasi pandemi covid-19 ini. Pada tanggal 13 April 2020 kemenristek/BRIN mengumumkan, mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pegiat iptek, mahasiswa, pakar industri, dan masyarakat umum guna menyumbangkan ide atau gagasan nya dalam mitigasi bencana covid-19 yang bernama IDEAthon. Menurut Heri, selaku Direktur Kekayaan Intelektual kemenristek/BRIN, sejak ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, Menristek langsung mengajak publik untuk berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Menristek menjelaskan bahwa Ideathon dapat mengangani kebutuhan penanganan covid-19 serta menumbuhkan inovasi-inovasi baru yang dapat diimplementasikan dengan teknologi. Fokus topik permasalahan yang di usulkan mengenai pencegahan virus, pengendalian virus, dan mitigasi masyarakat yang dapat diimplementasikan menggunakan teknologi IoT (Internet Of Things) atau menggunakan teknologi lainnya.
Pandemi Covid 19 di Indonesia juga turut menyadarkan mayarakat untuk hidup dengan gaya bersih dan sehat agar terhindar dari paparan bakteri dan virus yang dapat mmenyebabkan penyakit. Selama kurang lebih 3 bulan terakhir virus tersebut berkembang secara pesat di Indonesia dan menginfeksi kurang lebih 25.022 jiwa. Guna memutuskan rantar perkembangan dari virus tersebut pemerintah Indonesia memberlakukan PSBB (Pemberantasan Sosial Berskala Besar) yang mengakibatkan terbatasnya ruang gereak masyarakat untuk beraktivitas sehari hari.
Hampir segala aspek mengalami kelumpuhan akibat dari dampak virus Corona, terutama di bagian sekto ekonomi baik dikalangan masyarakat berpenghasilan tinggi maupun rendah sehingga membuat mereka sulit untuk memenuhi kebutahan hidupnya sehari hari. Pemerintahpun tidak tinggal diam dan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako. Naman, dikarenakan adanya PSBB maka pemberia bantuan kepada masyarakat tanpa harus adanya interaksi antar individu.
Pandemi tersebut juga berimbas pada perubahan sosial di masyarakat. Banyak orang orang yang mulai sadar akan kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Hal tersebut bisa terlihat dengan adanya tempat cuci tangan di tempat tempat umum seta adanya penyemproyan cairan disinfektan di lingkungan sekitar. Satu satunya cara untuk memutuskan rantai dari virus ini adalah dengan melakukan strerilisassi di tempat umum yang sering digunakan untuk berkumpul bersama. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan hand sanitizer untuk membunuh virus yang menempel pada tangan. Namun, untuk melakukannya di tempat umum perlu adanya tenaga manusia yang tidak sedikit. Hal ini juga berbanding terbalik dengan larangan pemerintah untuk berkerumun agar rantai virus ini tidak menyebar.
Perlu adanya soulusi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan ini, misalnya dengan menggunakan bantuan dari robot guna membantu manusia, contohnya yaitu hansantizer otomatis, bilik penyemprotan disinfectan, drone penyemprot disinfectan, aplikasi penyebar informasi Covid 19, dan lain sebagainya. Harapanya teknologi ini dapat meringankan kerja manusia dalam memutuskan penyebaran virus ini. Berbicara mengenai teknologi, di era sekarang ini sangatlah luas, tidak hanya melbatka satu bidang saja akan tetapi juga banyak bidang. Lantas apa saja peran dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan virus corona ini?
Pemanfaatan teknologi di era new normal ini tidak hanya sebagai penyebar informasi tentang covid 19 ini saja melainkan juga berperan dalam kehidupan manusia. Inovasi dan pengunaan teknologi di era sekarang ini meningkat secara signifikan dan semakin meluas, kita hidup di ere new normal sekarang ini dituntut untuk mengusai teknologi baik dari kalangan yang muda muda maupun orang tua. Teknologi pada dasarnya banyak digunakan di bidang pendidikan dan kesehatan. Seperti munculnya fenomena work from home (WFH), belajar di rumah, seminar online atau web seminar, konsultasi kesehatan online, dan masih banyak lagi mengenai hal hal baru di era new nomal ini.
Teknologi di era new normal tidak hanya dikembangkan di bidang Pendidikan saja, tetapi juga di bidang Kesehatan sebagai mitigasi yang membantu pelayanan masyarakat tentang covid-19. Di geografi kita mengenal tentang GIS (Geographic Information System) dengan adanya teknologi tersebut harapannya dapat membantu memetakan daerah yang terdampak oleh covid-19. Saat ini, peran BIG data dalam new era normal ini sangat berpengaruh dalam pandemic covid-19, data-data yang terkumpul dan selalu update setiap saat dapat memberikan informasi yang bagus jika data tersebut diolah dengan baik.
Diperlukan pula campur tangan dari pemerintah dalam peningkatan teknologi guna mengatasi pandemi covid-19 ini. Pada tanggal 13 April 2020 kemenristek/BRIN mengumumkan, mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pegiat iptek, mahasiswa, pakar industri, dan masyarakat umum guna menyumbangkan ide atau gagasan nya dalam mitigasi bencana covid-19 yang bernama IDEAthon. Menurut Heri, selaku Direktur Kekayaan Intelektual kemenristek/BRIN, sejak ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, Menristek langsung mengajak publik untuk berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Menristek menjelaskan bahwa Ideathon dapat mengangani kebutuhan penanganan covid-19 serta menumbuhkan inovasi-inovasi baru yang dapat diimplementasikan dengan teknologi. Fokus topik permasalahan yang di usulkan mengenai pencegahan virus, pengendalian virus, dan mitigasi masyarakat yang dapat diimplementasikan menggunakan teknologi IoT (Internet Of Things) atau menggunakan teknologi lainnya.
Komentar
Posting Komentar