TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI KONSTRUK TEORITIK, BIDANG GARAPAN DAN PROFESI
A. Pengertian Teknologi Pendidikan
Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju budaya dalam suatu masyarakat , makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Budaya teknologi mempengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan pembelajaran. Berbagai upaya telah dilakukan dan diupayakan untuk memajukan teknologi dalam hal pendidikan. Penemuan berbagai macam teknologi dalam pendidikan mampu membawa pendidikan menuju kearah yang lebih baik.
Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif dan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Dengan adanya berbagai kemajuan yang ada pada saat ini, bidang pendidikan diharapkan dapat dan mampu memanfaatkan teknologi yang ada tersebut dengan sebaik mungkin, agar memiliki wawasan yang lebih luas, serta tidak ketinggalan zaman. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan utama UNESCO yaitu memastikan bahwa semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang memiliki akses ke fasilitas pendidikan terbaik yang diperlukan dalam mempersiapkan generasi mdua memainkan peran penuh dalam masyarakat modern dan berkontribusi untuk dunia pendidikan.
B. Teknologi Pendidikan Sebagai Kontruk Teoritik
1. Pengertian Konstruk Teoritik
Kontruk adalah konsep yang dapat diamati dan diukur. Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus.. setelah pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati, konsep berubah menjadi kontruk. Kontruk adalah konsep hipotesis yang digunakan oleh para ahli yang berusaha membangun teori ntuk menjelaskan tingkah laku.Teknologi pendidikan sebagai konstruk teoritik mencakup serangkaian ide dan prinsip tentang bagaimana cara pendidikan dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi. Suatu prinsip umum yang didukung oleh data sebagai penjelasan terhadap sekelompok gejala atau suatu pernyataan tentang hubungan yang berlaku terhadap sejumlah fakta. Suatu prinsipatau serangkaian prinsip yang menerangkan hubungan antara berbagai fakta dan meramalkan hasil baru berdasarkan fakta tersebut.
Teknologi pendidikan adalah suatu proses terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan,dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahan, mengimplementasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia. Pemecahan masalah dalam teknologi pendidikan adalah bagamana sumber belajar itu didesain, dipilih, dan digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar. Paradigma baru dalam teknologi pendidikan memberikan suatu pendekatan baru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan, namun demikian pendekatan baru tersebut merupakan penjabaran dan perluasan dari konsep-konsep terdahulu. Dengan demikian secara langsung masih berhubungan dengan definisi dan deskripsi bidang teknologi pendidikan yang dihasilkan sebelumnya.
Jika definisi pendidikan tersebut menunjukan gejala yang pada saat sekarang belum dimengerti; menjelaskna, mengikhtisarkan, menelaah, membuat sistematika, mengidentifikasi kesenjangan yang berhubungan dengan gejala tersebut, maka definisi teknologi pendidikan tersebut dapat dikatakan memenuhi syarat sebagai teori.
2. Pentingnya Konstruk Teoritik dalam Teknologi Pendidikan.
Konstruk teoritik dalam teknologi pendidikan adalah sebuah penerjemahan kemiripan dan perbedaan yang terdapat dari beberapa definisi teknologi pendidikan yang disampaikan para ahli. Tanpa konstruk teori kita tidak dapat menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahannya, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek dalam teknologi pendidikan. Definisi teknologi pendidikan berkembang dan memakai gagasan yang diambil dari kerangka teoritik teknologi pendidikan yang terdahulu. Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Konstruk teoritik dalam teknologi pendidikan penting untuk dapat menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahannya, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek dalam teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan dapat membentuk teori karena memenuhi kriteria teori, yaitu: adanya gejala yang belum dipahami, menjelaskan (mengapa dan bagaimana), rangkuman tentang apa yang telah diketahui, memberikan orientasi fakta yang diteliti, mensistematiskan, mengklarifikasi, menghubungkan gejala, mengidentifikasi kesenjangan,melahirkan strategi untuk keperluan riset dan memprediksi.
C. Teknologi Pendidikan Bidang Garapan
Teknologi Pendidikan sebagai bidang garapan merupakan aplikasi dan ide dan prinsip teoritik untuk memecahkan masalah kongkrit dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Lingkungan kegiatan yang merangkum komponen konsep, ketrampilan dan prosedur serta memadukannya dalam bentuk aplikasi baru.
Ada tiga persyaratan atau karakteristik tambahan pada bidang garapan yaitu, teknik inetelektual, yaitu pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah, aplikasi prkatis yaitu usaha untuk merealisasikan atau mengoperasionalkan pikiran, ide dan proses sehingga menghasilkan produk yang dapat dilihat, dan keunikan bidang garapan yaitu harus ada karakteristik khusus yang tidak dijumpai pada bidang lain.
Karakteristik bidang garapan adalah: teknik intetektual yaitu pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah, aplikasi praktis yaitu usaha untuk merealisasikan atau mengoperasionalkan pikiran, ide dan proses sehingga menghasilkan produk yang dapat dilihat, dan unik yaitu harus ada karakteristik khusus yang tidak dijumpai pada bidang lain.
Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar lebih efektif, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat dan sebagainya. Untuk itu ada usaha dan produk yang disengaja dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan infomasii yang sangat pesat akhir-akhir ini, menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak tebayangkan, telah membalik cara berpikir kita dengan bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah belanja.
D. Teknologi Pendidikan Bidang Profesi
Teknologi Pendidikan sebagai suatu profesi suatu kelompook pelaksana tertentu yang diorganisasikan, memenuhi criteria tertentu, dan bergabung untuk membentuk bagian tertentu dai bidang tersebut.
Latihan dan sertifikasi diperlukan untuk mengembangkan spesialisasi dan teknisi dalam profesi tersebut. Harus ada beberapa ketentuan tentang sifat-sifat latihan, baik melalui peraturan pemerintah maupun melalui suatu sistem akreditasi terhadap lembaga-lembaga latihan yang meliputi sifat dan isi pendidikan profesional, standar sertifikasi, standar dan ketentuan penerimaan calon peserta latihan, serta penempatan .
Setiap profesi harus terpenuhi syarat-syarat teoritik dan bidang garapan untuk menjadi profesi, dan memiliki karekteristik lainnya, yaitu: pendidikan dan pelatihan yang memadai, adanya komitmen terhadap tugas profesionalnya, adanya usaha untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, adanya standar etik yang harus dipenuhi, dan adanya lapangan pengabdian yang khas.
Pendidikan dan penelitian dalam teknologi pendidikan telah dimulai pada tahun 1972, berupa latihan untuk pengembangan bahan diberikan mata kuliah Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta, pada tahun 1976 dibuka pendidikan akademik jenang sarjana dalam program Teknologi Pendidikan melalui kerjasama antara Tim Penyelenggara Teknologi komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaaan dengan IKIP Jakarta. Program pendidikan jenjang Magister dan Doktor Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta. Dua tahun kemudian pada tahun 1978 dibuka pendidikan jenjang Magister dan Doktor Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta. Program pendidikan tersebut merupakan bagian integral dari Proyek Pengembangan Teknologi Komunikasi untik pendidikan yang sekaligus bertujuan untuk membentuk suatu lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia.
Mereka yang berprofesi atau bergerak dalam bidang Teknologi Pendidikan, harus mempunyai komitmen dalam melaksanakan tugas profesionalnya yaitu terselenggaranya proses belajar bagi setiap orang, dengan dikembangkan dan digunakannya sebagai sumber belajar selaras dengan karekteristik masing-masing pemelajar serta perkembangan lingkungan. Kerena lingkungan itu senantiasa berubah, maka para Tekonologi Pendidikan harus senantiasa mengikuti perubahan atau pekembangan itu. Oleh karena itu, ia dituntut untuk selalu mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, termasuk selalu mengkuti perkembangan ilmu dan teknologi.
Profesi teknologi pendidikan, sebagaiman halnya profesi yang baru, salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengakuan atas profesi teknologi pendidikan. Pengakuan profesi tersebut selalu dikaitkan dengan jabatan fungsional sebagai pegawai negeri. Padahal pendidikan keahlian teknologi pendidikan pada prinsipnya tidak mendidik calon pegawai negeri,melainkan mereka yang mampu mengabdi dan berkarya untuk mengatasi masalah besar dimana saja. Jadi terpaksa kita harus mengikuti pengakuan profesi sebagai jabatan fungsional pegawai negeri.
Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju budaya dalam suatu masyarakat , makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Budaya teknologi mempengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan pembelajaran. Berbagai upaya telah dilakukan dan diupayakan untuk memajukan teknologi dalam hal pendidikan. Penemuan berbagai macam teknologi dalam pendidikan mampu membawa pendidikan menuju kearah yang lebih baik.
Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif dan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Dengan adanya berbagai kemajuan yang ada pada saat ini, bidang pendidikan diharapkan dapat dan mampu memanfaatkan teknologi yang ada tersebut dengan sebaik mungkin, agar memiliki wawasan yang lebih luas, serta tidak ketinggalan zaman. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan utama UNESCO yaitu memastikan bahwa semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang memiliki akses ke fasilitas pendidikan terbaik yang diperlukan dalam mempersiapkan generasi mdua memainkan peran penuh dalam masyarakat modern dan berkontribusi untuk dunia pendidikan.
B. Teknologi Pendidikan Sebagai Kontruk Teoritik
1. Pengertian Konstruk Teoritik
Kontruk adalah konsep yang dapat diamati dan diukur. Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus.. setelah pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati, konsep berubah menjadi kontruk. Kontruk adalah konsep hipotesis yang digunakan oleh para ahli yang berusaha membangun teori ntuk menjelaskan tingkah laku.Teknologi pendidikan sebagai konstruk teoritik mencakup serangkaian ide dan prinsip tentang bagaimana cara pendidikan dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi. Suatu prinsip umum yang didukung oleh data sebagai penjelasan terhadap sekelompok gejala atau suatu pernyataan tentang hubungan yang berlaku terhadap sejumlah fakta. Suatu prinsipatau serangkaian prinsip yang menerangkan hubungan antara berbagai fakta dan meramalkan hasil baru berdasarkan fakta tersebut.
Teknologi pendidikan adalah suatu proses terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan,dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahan, mengimplementasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia. Pemecahan masalah dalam teknologi pendidikan adalah bagamana sumber belajar itu didesain, dipilih, dan digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar. Paradigma baru dalam teknologi pendidikan memberikan suatu pendekatan baru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan, namun demikian pendekatan baru tersebut merupakan penjabaran dan perluasan dari konsep-konsep terdahulu. Dengan demikian secara langsung masih berhubungan dengan definisi dan deskripsi bidang teknologi pendidikan yang dihasilkan sebelumnya.
Jika definisi pendidikan tersebut menunjukan gejala yang pada saat sekarang belum dimengerti; menjelaskna, mengikhtisarkan, menelaah, membuat sistematika, mengidentifikasi kesenjangan yang berhubungan dengan gejala tersebut, maka definisi teknologi pendidikan tersebut dapat dikatakan memenuhi syarat sebagai teori.
2. Pentingnya Konstruk Teoritik dalam Teknologi Pendidikan.
Konstruk teoritik dalam teknologi pendidikan adalah sebuah penerjemahan kemiripan dan perbedaan yang terdapat dari beberapa definisi teknologi pendidikan yang disampaikan para ahli. Tanpa konstruk teori kita tidak dapat menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahannya, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek dalam teknologi pendidikan. Definisi teknologi pendidikan berkembang dan memakai gagasan yang diambil dari kerangka teoritik teknologi pendidikan yang terdahulu. Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Konstruk teoritik dalam teknologi pendidikan penting untuk dapat menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahannya, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek dalam teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan dapat membentuk teori karena memenuhi kriteria teori, yaitu: adanya gejala yang belum dipahami, menjelaskan (mengapa dan bagaimana), rangkuman tentang apa yang telah diketahui, memberikan orientasi fakta yang diteliti, mensistematiskan, mengklarifikasi, menghubungkan gejala, mengidentifikasi kesenjangan,melahirkan strategi untuk keperluan riset dan memprediksi.
C. Teknologi Pendidikan Bidang Garapan
Teknologi Pendidikan sebagai bidang garapan merupakan aplikasi dan ide dan prinsip teoritik untuk memecahkan masalah kongkrit dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Lingkungan kegiatan yang merangkum komponen konsep, ketrampilan dan prosedur serta memadukannya dalam bentuk aplikasi baru.
Ada tiga persyaratan atau karakteristik tambahan pada bidang garapan yaitu, teknik inetelektual, yaitu pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah, aplikasi prkatis yaitu usaha untuk merealisasikan atau mengoperasionalkan pikiran, ide dan proses sehingga menghasilkan produk yang dapat dilihat, dan keunikan bidang garapan yaitu harus ada karakteristik khusus yang tidak dijumpai pada bidang lain.
Karakteristik bidang garapan adalah: teknik intetektual yaitu pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah, aplikasi praktis yaitu usaha untuk merealisasikan atau mengoperasionalkan pikiran, ide dan proses sehingga menghasilkan produk yang dapat dilihat, dan unik yaitu harus ada karakteristik khusus yang tidak dijumpai pada bidang lain.
Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar lebih efektif, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat dan sebagainya. Untuk itu ada usaha dan produk yang disengaja dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan infomasii yang sangat pesat akhir-akhir ini, menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak tebayangkan, telah membalik cara berpikir kita dengan bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah belanja.
D. Teknologi Pendidikan Bidang Profesi
Teknologi Pendidikan sebagai suatu profesi suatu kelompook pelaksana tertentu yang diorganisasikan, memenuhi criteria tertentu, dan bergabung untuk membentuk bagian tertentu dai bidang tersebut.
Latihan dan sertifikasi diperlukan untuk mengembangkan spesialisasi dan teknisi dalam profesi tersebut. Harus ada beberapa ketentuan tentang sifat-sifat latihan, baik melalui peraturan pemerintah maupun melalui suatu sistem akreditasi terhadap lembaga-lembaga latihan yang meliputi sifat dan isi pendidikan profesional, standar sertifikasi, standar dan ketentuan penerimaan calon peserta latihan, serta penempatan .
Setiap profesi harus terpenuhi syarat-syarat teoritik dan bidang garapan untuk menjadi profesi, dan memiliki karekteristik lainnya, yaitu: pendidikan dan pelatihan yang memadai, adanya komitmen terhadap tugas profesionalnya, adanya usaha untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, adanya standar etik yang harus dipenuhi, dan adanya lapangan pengabdian yang khas.
Pendidikan dan penelitian dalam teknologi pendidikan telah dimulai pada tahun 1972, berupa latihan untuk pengembangan bahan diberikan mata kuliah Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta, pada tahun 1976 dibuka pendidikan akademik jenang sarjana dalam program Teknologi Pendidikan melalui kerjasama antara Tim Penyelenggara Teknologi komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaaan dengan IKIP Jakarta. Program pendidikan jenjang Magister dan Doktor Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta. Dua tahun kemudian pada tahun 1978 dibuka pendidikan jenjang Magister dan Doktor Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta. Program pendidikan tersebut merupakan bagian integral dari Proyek Pengembangan Teknologi Komunikasi untik pendidikan yang sekaligus bertujuan untuk membentuk suatu lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia.
Mereka yang berprofesi atau bergerak dalam bidang Teknologi Pendidikan, harus mempunyai komitmen dalam melaksanakan tugas profesionalnya yaitu terselenggaranya proses belajar bagi setiap orang, dengan dikembangkan dan digunakannya sebagai sumber belajar selaras dengan karekteristik masing-masing pemelajar serta perkembangan lingkungan. Kerena lingkungan itu senantiasa berubah, maka para Tekonologi Pendidikan harus senantiasa mengikuti perubahan atau pekembangan itu. Oleh karena itu, ia dituntut untuk selalu mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, termasuk selalu mengkuti perkembangan ilmu dan teknologi.
Profesi teknologi pendidikan, sebagaiman halnya profesi yang baru, salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengakuan atas profesi teknologi pendidikan. Pengakuan profesi tersebut selalu dikaitkan dengan jabatan fungsional sebagai pegawai negeri. Padahal pendidikan keahlian teknologi pendidikan pada prinsipnya tidak mendidik calon pegawai negeri,melainkan mereka yang mampu mengabdi dan berkarya untuk mengatasi masalah besar dimana saja. Jadi terpaksa kita harus mengikuti pengakuan profesi sebagai jabatan fungsional pegawai negeri.
Komentar
Posting Komentar