KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

A. Definisi Kawasan Teknologi Pendidikan
Secara etimologis, domain atau kawasan berarti wilayah daerah kekuasaan atau bidang kajian, kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik dari lahan lapangan cakupan suatu ilmu. Adapun Teknologi pendidikan sebagai teori dan praktik secara faktual yang telah menjadi bagian integral dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya pada sistem pendidikan dan pelatihan. Idealnya setiap teknologi pendidikan, pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan akademik perlu menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan sebagai Suatu proses kompleks yang terintegrasi meliputi manusia, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisa masalah yang menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah itu.
Tujuan utama dalam membuat suatu taksonomi adalah untuk mempermudah komunikasi. Pesatnya perubahan dan penyesuaian teknologi menuntut terjadinya alih pengetahuan dari teknologi yang satu kepada yang lain. Tanpa “kemungkinan dapat ditransfer” ini landasan penelitian harus diciptakan kembali untuk setiap teknologi yang baru. Dengan mengidentifikasi lingkup taksonomi, kaum akademisi dan para praktisi  dapat memecahkan permasalahan penelitian, dan para praktisi bersama dengan para teoritisi dapat mengidentifikasi kelemahan teori dalam menunjang dan meramalkan aplikasi Teknologi Pembelajaran. 

             
B. Kawasan Teknologi Pendidikan
Kawasan menurut AECT 1994 antara  lain yaitu :
1. Kawasan Desain
Kawasan desain berasal dari psikologi pendidikan. Bagi Reiser dan Dempsey, dkk, desain dengan teknologi pembelajaran ibarat satu koin, yang tidak dapat dipisahkan antara ekor dan kepala. Intinya, desain adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Kawasan desain terdiri atas :
a. Desain sistem pembelajaran
Yaitu prosedur yang terorganisasi dan sistematis untuk penganalisisan ( proses perumusan yang akan dipelajari ); perancangan ( proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya ); pengembangan ( proses penulisan atau pembuatan produksi bahan-bahan belajar ); pelaksanaan atau aplikasi ( pemanfaatan bahan dan strategi ); dan penilaian ( proses penentuan ketepatan pembelajaran ).
Kata Desain mempunyai dua makna yaitu tingkat makro dan tingkat mikro  yang keduanya menunjukkan pendekatan sistem dan langkah pada pendekatan sistem. Desain sistem pembelajaran secara umum merupakan prosedur linier dan berulang-ulang dimana permintaan seksama dan konsisten. Karakter proses pada semua langkah harus di lengkapi dalam hal untuk melayani sebagai pemeriksaaan dan keseimbangan satu sama lain. Pada desain sistem pembelajaran proses sangat penting sama seperti produk karena kepercayaan produk berlandasakan pada proses.



b. Desain Pesan
Yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima pesan,dengan memerhatikan prinsip-prinsip perhatian, persepsi, dan daya tangkap.
c. Strategi pembelajaran
Yaitu spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran.
d. Karakteristik peserta didik
Yaitu aspek latar belakang pengalaman peserta didik yang memengaruhi terhadap efektifitas proses belajarnya, mencakup keadaan sosio-psiko-fisik peserta didik.
2. Kawasan Pengembangan
Proses penerjemahan spesifikasi desain kedalam bentuk fisik. Mencakup banyak variasi teknologi. Kawasan pengembangan meliputi :
a) Teknologi cetak
Cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku-buku dan bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografi.
b) Teknologi audiovisual
Teknologi audiovisual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan audio dan visual. Teknologi AV dinilai lebih aktif karena sifatnya memerlukan indra pendengaran dan penglihatan peserta didik.
c) Teknologi berbasis komputer
Tekonologi berbasis komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber mikroprosesor.

d) Teknologi terpadu
Merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan oleh komputer.
1. Kawasan Pemanfaatan
Aktifitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Meliputi pemanfaatan media, difusi, inovasi, implementasi, dan institusionalisasi, kebijakan dan regulisasi. Kawasan pemanfaatan mencangkup :
a. Pemanfaatan media
Dengan batasan “penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar.
b. Difusi inovasi
Proses berkomunikasi melalui strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya. Adapun pelembagaan salah penggunaan yang rutin dan pelestarian  dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi.
c. Kebijakan dan regulasi
Sebagai aturan dan tindakan nyata dari pengguna atau dari pembuat keputusan untuk menerima inovasi(dalam teknologi pembelajaran).
2. Kawasan Pengelolaan
Meliputi pengelolaan TP melalui perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian,dan supervisi. Pengelolaan adalah bagian integral dan sering di hadapi oleh para teknolog pembelajaran. Pengelolaan meliputi: (1) pengelolaan proyek,yaitu mempin pekerjaan yang harus selesai dalam kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, proyek pengembangan suatu produk pembelajaran tertentu; (2) pengelolaan sumber, yaitu mengatur bagaimana memanfaatkan dengan optimal sumber yang ada; (3) pengelolaan sumber penyampaian, agar suatu medium sampai, atau dapat dijangkau oleh pengguna sekaligus menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk cara menggunakanya; dan (4) pengelolaan informasi, yaitu bagaimana informasi dapat diterima, dan dapat menghasilkan perubahan atas kurikulum dan desain pembelajaran.
3. Kawasan Penilaian
Proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar. Penilaian adalah kegiatan untuk mengkaji serta memperbaiki suatu produk atau program. Kawasan penilaian beranjak dari (1) analisis masalah; (2) pengukuran acuan patokan (criteria-refenced test); (3) evaluasi formatif yang bermanfaat untuk pengembangan program dan produk pembelajaran; serta (4) evaluasi sumatif.
4. Kawasan Perlengkapan
Kawasan ini mungkin merupakan hal yang paling pelik dan berliku-liku dibandingkan domain lain dalam Teknologi Pembelajaran. Dalam domain inilah digeluti segala hal tentang pendaya gunaan media instruksional yang baik untuk mencapai tujuan pengajaran, termasuk urusan pelembagaan serta kebijakan dan peraturan yang dapat mendukung atau sebaliknya menghambat. Domain perlengkapan merupakan bagian usaha mendayagunakan proses dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pengajaran.
5. Kawasan Evaluasi
Evaluasi merupakan proses menentukan kesesuaian antara materi pelajaran dan proses belajar. Evaluasi dimulai dengan analisis problem yang merupakan langkah awal penting dalam pengembangan dan evaluasi isi pelajaran karena tujuan dan kendalanya diklarifikasi selama langkah ini dilaksanakan.


C. Implementasi Teknologi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Disekolah
1. Dilihat dari sisi Desain
a. Menyusun desain bahan pembelajaran terprogram
b. Mengembangkan modul untuk pembelajaran individual
c. Membuat disain sistem pembelajaran
2. Dilihat dari sisi Developmen
  Pengembangan :
a. Teknologi Cetak
b. Teknologi Audio visual
c. Teknologi Berbasis Komputer
d. Teknologi Terpadu
3. Dilihat dari sisi Utility
  Pemanfaatan :
a. Media
b. Divusi Inovasi
c. Implementasi dan Institusionalisasi
d. Kebijakan dan Regulasi
4. Dilihat dari sisi Evaluasi
  Penilaian :
a. Analisa Masalah
b. Pengukuran beracuan patokan
c. Penilaian Formatif
d. Penilaian Sumatif.

D. Tahapan Implementasi Teknologi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran
1. Perencanaan, adalah :
a. Suatu rumusan rancangan  kegiatan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi dan tujuan pendidikan
b. Memuat langkah atau prosedur dalam  proses kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan
c. Merupakan alat kontrol pengendalian perilaku warga satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekolah)
d. Memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta didik
e. menyangkut masa depan proses pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu yang lebih berkualitas.
2. Pelaksanaan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
3. Evaluasi
Dalam impelementasinya teknologi pendidikan juga mengadakan sebuah evaluasi, dimana evaluasi tersebut adalah suatu proses yang mencangkup pengukuran dan mungkin juga testing yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai.

E. Hubungan Antar Kawasan
Masing-masing kawasan teknologi pendidikan bersifat saling melengkapi. Setiap kawasan dalam teknologi pendidikan memberikan kontribusi kepada pengembangan teori dan praktik dan sebaliknya teori dan praktik dijadikan pengembangan kawasan. Tiap kawasan tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan sebagai suatu kegiatan yang sistematik. Berikut adalah hubungan antar kawasan teknologi pendidikan seagai berikut:
1. Hubungan antar kawasan dapat bersifat tidak linier, dengan kata lain bagaimana kawasan-kawasan tersebut saling melengkapi dengan ditunjukannya lingkup penelitian dan teori dalam setiap kawasan.
2. Hubungan antar kawasan bersifat sinergik. Misalnya : Seorang praktisi yang bekerja dalam kawasan pengembangan menggunakan teori dari kawasan desain, seperti teori desain system pembelajaran dan desain pesan.
3. Hubungan kawasan dalam bidang bersifat saling melengkapi, setiap kawasan memberikan kontribusi terhadap kawasan yang lain dan kepada penelitian maupun teori yang digunakan bersama oleh semua kawasan.

Komentar